Tol Layang Batal Difungsikan, GT Cikarang Utama Dipindahkan ke Dawuan

Kompas.com - 25/03/2019, 10:47 WIB
Foto aerial pembangunan konstruksi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/10/2018)ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. Foto aerial pembangunan konstruksi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/10/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Beroperasi atau tidaknya ruas Tol Layang Jakart-Cikampek, diyakini tidak akan memberikan pengaruh besar terhadap kemacetan yang terjadi pada ruas eksisting saat musim Lebaran 2019.

Pasalnya, Gerbang Tol Cikarang Utama (Cikarut) yang selama ini kerap menjadi momok kemacetan di ruas tersebut, sudah mulai dipindahkan sebagai langkah antisipatif.

"Kalau kita lebaran pokoknya siap. Siapnya gini, Cikarut kita pindahkan di Cikopo dan Dawuan. Jadi, kita tidak pengaruh difungsikan atau tidak," kata Direktur Operasi II PT Jasa Marga Tbk Subakti Syukur akhir pekan kemarin.

Selama ini, pada saat puncak arus mudik lebaran, tak kurang dari 133.000 kendaraan melintas di GT Cikarang Utama.

Baca juga: Tol Layang Jakarta-Cikampek Belum Fungsional Saat Mudik 2019

Meski pun V/C ratio telah diatur hingga batas maksimum 0,6, kepadatan akan tetap terlihat saat puncak arus mudik terjadi.

Dengan pemindahan gerbang tol ini, ia meyakini, kepadatan arus kendaraan dapat kian berkurang.

Pengguna jalan tol yang mengakses Tol Trans-Jawa, tak perlu bercampur dengan pengguna jalan tol menuju wilayah Bandung saat transaksi pembayaran.

"Kalau yang sekarang Cikampek itu kan nyampur," kata dia.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan Tol Layang Jakarta-Cikampek tidak bisa digunakan secara fungsional untuk melayani pemudik pada tahun ini.

Basuki khawatir jika pengerjaannya dilakukan terburu-buru, akan mengabaikan faktor keselamatan, baik bagi para pekerjanya maupun pengguna jalan tol.

“Belum bisa, saya tidak terlalu ngotot. Saya lihat risikonya terlalu tinggi, apalagi hujan kan ngeri. Jadi mendingan safety first,” ujar Basuki di Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Desi Arryani mendukung pernyataan Basuki. Menurut dia, BUJT harus mengutamakan keselamatan pengguna jalan tol.

"Karena itu, kami kerja sesuai prosedur dan tak mau tergesa-gesa. Sekarang progres pembangunannya masih 77 persen," kata Desi saat ditemui di GT Tebing Tinggi, Minggu (24/3/2019).




Close Ads X