Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wallich Residence, Apartemen Tertinggi di Singapura

Kompas.com, 24 Maret 2019, 07:15 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

SINGAPURA, KOMPAS.com - Singapura telah lama dikenal sebagai lokasi yang menarik bagi perusahaan multinasional untuk mendirikan kantor pusat regional mereka di kawasan Asia Pasifik.

Hal ini karena lokasi Singapura begitu strategis, memiliki sumber daya manusia terampil dan mumpuni, menawarkan kemudahan berbisnis, infrastruktur kelas dunia, serta sistem ekonomi dan politik yang stabil.

Sejumlah besar perusahaan multinasional di berbagai sektor, terutama keuangan, teknologi informasi, e-commerce, farmasi, elektronik, otomotif, dan jaringan media sosial, membuka kantor regionalnya di negara dengan luas wilayah 721 kilometer persegi ini.

Sebut saja Facebook, Apple, Twitter, CIC, Sony, Rakuten, BMW, Philips, Bayer AG, General Electrics, Procter & Gamble, Unilever, dan lain-lain.

Bahkan, orang-orang kaya tajir melintir dengan sebutan ultra high net worth individual (UHNWI) yang memperoleh kekayaannya dari sektor properti, menjadikan Singapura sebagai tempat tinggal mereka.

Infinity Pool of Wallich Residence SingaporeDokumentasi Guoco Land Infinity Pool of Wallich Residence Singapore
Riset terbaru Hurun Global Real Estate Rich List 2019 menyebutkan, negeri mini ini dihuni oleh 10 miliarder dengan kekayaan bersih gabungan senilai 26 miliar dollar AS atau ekuivalen Rp 370,76 triliun.

Dengan jumlah miliarder yang bermukim, menempatkan Singapura di peringkat keempat seluruh dunia sebagai rumah impian setelah China, Amerika, dan Inggris.

Tentu saja, ini potensi dan peluang besar bagi para pengembang dan perusahaan properti untuk berlomba menawarkan aneka produk yang sesuai dengan kantong, dan gaya hidup para jutawan dan miliarder tersebut.

Salah satu pengembang yang menawarkan properti spesifik untuk kalangan atas ini adalah GuocoLand Limited. 

Perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Singapura pada 1978 ini, tengah memasarkan apartemen Wallich Residence sebanyak 181 unit.

Tertinggi

Lobby of Wallich Residence, Singapore.Dokumentasi Guoco Land Lobby of Wallich Residence, Singapore.
Tidak seperti apartemen mewah lainnya, Wallich Residence merupakan hunian vertikal tertinggi di Singapura yang berdiri di atas gedung yang menjulang 290 meter.

Ini adalah rekor baru setelah lebih dari 20 tahun Singapura vakum dari pembangunan pencakar langit-pencakar langit dengan ketinggian di atas 280 meter.

Tanjong Pagar Vertical City mengalahkan hegemoni tiga bangunan lainnya yang mengangkasa sekitar 280 meter.

Ketiganya adalah One Raffles Place yang selesai dibangun tahun 1988, UOB Plaza One tahun 1992, dan Republic Plaza tahun 1995.

Selain tertinggi, lebih dari itu, apartemen ini juga dirancang dengan desain berkualitas, dan berkelanjutan, serta ramah lingkungan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau