Kompas.com - 23/03/2019, 09:44 WIB
Ilustrasi FREEPIK/engin akyurtIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) memperoleh peringkat idA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Sementara prospek untuk peringkat perusahaan telah direvisi dari positif menjadi stabil.

Menurut analis Pefindo, Yogie Surya Perdana dan Aryo Perbongso, obligor dengan peringkat idA memiliki kapasitas kuat untuk memenuhi komitmen jangka panjangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun obligor pada peringkat ini agak lebih rentan terhadap dampak buruk dari perubahan kondisi ekonomi daripada mereka yang mendapatkan peringkat lebih tinggi.

Sedangkan tanda minus (-) pada peringkat tertentu menunjukkan bahwa peringkat tersebut relatif lemah di masing-masing kategori peringkat.

Baca juga: Prospek Peringkat Wika Realty Tetap Stabil

Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar WSKT cukup kuat di industri konstruksi.

Lebih lanjut Pefindo menyatakan, peringkat dapat dinaikkan jika WSKT berhasil melakukan divestasi aset jalan tolnya tepat waktu dengan kisaran harga yang diharapkan.

Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan jika perusahaan gagal mencapai pendapatan yang ditargetkan. Bahkan jika menimbulkan utang tambahan dari yang diproyeksikan, akan mengakibatkan penurunan profil.

"Kami juga bisa menurunkan peringkatnya jika investasi di bisnis jalan tol termasuk rencana divestasi aset jalan tol tidak sesuai yang diharapkan sehingga menghasilkan profil keuangan yang buruk," tulis Pefindo.

Sementara itu, WSKT mengklaim kinerja perusahaan sepanjang 2018 lebih baik. Melansir Kontan, hal ini didukung dengan penerimaan pembayaran atas proyek dan dana talangan tanah yang jumlahnya mencapai Rp 36,75 triliun.

Pembayaran tersebut diterima dari Proyek Jalan Tol Batang - Semarang sebesar Rp 5,75 triliun, proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang sebesar Rp 3,9 triliun, proyek Tol Pasuruan- Probolinggo sebesar Rp 2,1 triliun.

Ada pula pembayaran dari proyek Tol Salatiga - Kartasura sebesar Rp 2 triliun, proyek Ruas Tol Terbanggi Besar - Kayu Agung (porsi VGF Tol Semarang-Batang) senilai Rp 1,96 triliun, penerimaan proyek lainnya sebesar Rp 18,23 triliun, serta adanya pengembalian dana talangan tanah sebesar Rp 2,8 triliun.

Selain itu, WSKT membukukan kenaikan laba sebanyak 9,9 persen atau menjadi Rp 4,6 triliun sepanjang 2018.

Hal ini diikuti dengan naiknya pendapatan usaha itu menjadi Rp 48,7 triliun atau 7,9 persen naik dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp 45,2 triliun



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.