Kompas.com - 22/03/2019, 21:02 WIB
Ilustrasi konstruksi.
Getty Images/iStockphotoIlustrasi konstruksi.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idBBB kepada PT Wika Realty (WKTY) untuk surat utang jangka menegah (Medium Term Notes/MTN) IV/2016 Tahap II dan MTN IV/2016 Tahap I.

Peringkat ini tetap stabil dari rating yang dikeluarkan pada Desember tahun 2018 lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan yang agresif dan kas yang lemah, proporsi pendapatan berulang yang rendah, dan sensitivitas terhadap perubahan ekonomi makro," tulis Pefindo.

Dalam laporannya, Pefindo menyertakan outlook stabil. Menurut dua analis Pefindo, Aryo Perbongso dan Agung Iskandar, peringkat tersebut menyebutkan pentingnya WKTY bagi perusahaan induknya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan juga kualitas aset, dan lokasi properti yang berbeda.

Untuk diketahui, tahun 2019 ini WKTY berencana mengembangkan empat hunian di Jakarta, Bandung, empat apartemen di Jakarta, tiga properti berkonsep TOD di Jakarta, serta area retail di Ciledug.

Baca juga: Lippo Karawaci di Mata Tiga Lembaga Pemeringkat

Selain itu pengembang pelat merah ini sedang mengembangkan beberapa proyek, antara lain Tamansari Grand Samarinda (rumah tapak), Tamansari Emerald Surabaya (apartemen), Tamansari Puri Bali II Depok (rumah tapak).

Ada pula proyek Tamansari Cendekia Semarang (apartemen), dan beberapa lainnya di Palembang, Bintaro, serta Bandung. 

Total kapitalisasi revenue seluruh proyek-proyek ini hampir mencapai Rp 100 triliun.

Melansir Kontan, untuk mendukung rencana ekspansi bisnis propertinya, WKTY akan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 5,4 triliun.

Dana tersebut akan yang berasal dari kas internal, fasilitas bank, dan dana yang berasal dari Initial Public Offering (IPO) yang direncanakan akan dilaksanakan pada semester I-2019.

Sementara pada tahun ini, WKTY membidik marketing sales atau penjualan pemasaran Rp 3,1 triliun. Target tersebut meningkat dua kali lipat dari realisasi pada tahun 2018 yang mencapai Rp 1,4 triliun. 

Per September 2018, sebesar 93,1 persen saham perusahaan dimiliki oleh WIKA, 6,8 persen saham milik Koperasi Mitra Satya, dan sebanyak 0,1 persen dimiliki oleh Yayasan Wijaya Karya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.