Turki Segera Buka Museum Berfasad Kayu

Kompas.com - 17/03/2019, 10:52 WIB
-kkaa.co.jp -

KOMPAS.com - Odunpazari Modern Museum akan dibuka pada Juni 2019. Nama Odunpazari yang berarti "pasar kayu", menggambarkan fasad bangunan yang terbuat dari material ini.

Museum yang berada di Kota Eskisehir, Turki ini didirikan oleh kolektor sekaligus pengusaha, Erol Tabanca.

Melansir The Art Newspaper, Tabanca mengatakan museum ini menargetkan 15.000-20.000 pengunjung setiap bulannya.

Baca juga: Museum Rp 6 Triliun Segera Dibuka

Eksterior gedung membentuk struktur layaknya kotak-kotak kayu yang saling bertumpuk. Struktur kotak dengan ukuran berbeda tersebut dirancang untuk memberikan keragaman pada setiap ruangan.

-kkaa.co.jp -
Bangunan museum terdiri dari tiga lantai dengan ruang pameran utama pada lantai dasar. Ruang pameran utama ini dirancang layaknya atrium yang menjadi pusat dari bangunan.

Bangunan ini juga mengutamakan pencahayaan alami dengan memberikan bukaan pada setiap tumpukan kayu. Kemudian ruang pameran lebih kecil pada lantai kedua dan ketiga.

Museum seluas 4.500 meter persegi tersebut akan menampung lebih dari 1.000 karya seni dari berbagai negara baik seni modern dan kontemporer dari tahun 1950-an hingga kini.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 200 di antaranya merupakan karya seniman Turki. Karya lain yang masuk dalam koleksi ini adalah Julian Opie dan Marc Quinn dari Inggris, pelukis dan pemahat AS, Robert Longo dan Sarah Morris, serta karya seniman Jepang, Tanae Chikuunsai IV.

"Dengan membuka koleksinya, kami berharap dapat menarik perhatian dunia internasional pada seni dan seniman Turki dan menegaskan kembali posisinya dalam dunia seni modern dan kontemporer," ucap Tabanca.

-kkaa.co.jp -
Kengo Kuma, arsitek di balik proyek pembangunan museum ini mengatakan desain desain tumpukan kayu yang ia rancang bermaksud memberi penghormatan pada arsitektur lokal, khususnya rumah-rumah kayu khas Ottoman.

"Inti dari proyek ini adalah keinginan untuk menciptakan hubungan antara orang-orang dan seni," ucap Kengo Kuma.

"Kami ingin bangunan ini memberi sejarah dan memori kota," lanjut dia.




Close Ads X