Museum Rp 6 Triliun Segera Dibuka

Kompas.com - 27/02/2019, 12:51 WIB
National Museum of Qatar di Doha yang dirancang oleh arsitek Perancis Jean Nouvel.Iwan Baan National Museum of Qatar di Doha yang dirancang oleh arsitek Perancis Jean Nouvel.

KOMPAS.com - Setelah tertunda selama lebih dari dua tahun, National Museum of Qatar segera dibuka pada 28 Maret mendatang.

Museum ini didesain oleh arsitek pemenang Penghargaan Pritzker, Jean Nouvel yang juga berada di balik keindahan Louvre Abu Dhabi.

Sementara proses konstruksinya menelan biaya hingga 434 juta dollar AS atau sekitar Rp 6 triliun tersebut terinspirasi oleh bunga mawar yang tumbuh di gurun Qatar.

Rancangan kompleks seluas 5,3 hektar ini terdiri dari serangkaian cakram yang saling terkait berbagai dimensi dan ukuran.

Dalam setiap ruang kosong antar cakram tersebut terdapat fasad kaca yang memberikan akses cahaya matahari ke dalam ruangan.

Di dalam museum juga terdapat istana putra pendiri Qatar modern, Syekh Abdullah bin Jassim Al Thani.

National Museum of Qatar di Doha yang dirancang oleh arsitek Perancis Jean Nouvel. Iwan Baan National Museum of Qatar di Doha yang dirancang oleh arsitek Perancis Jean Nouvel.
Museum yang dirancang sebagai pusat budaya untuk umum, mahasiswa, dan profesional museum di gurun Doha ini akan mencakup berbagai ruang-ruang galeri.

Di dalamnya terdapat ruang pameran permanen seluas 8.000 meter persegi, ruang pameran sementara 2.000 meter persegi.

Tersedia juga kafe, restoran, toko, serta auditorium dengan 200 kursi. Selain bangunan museum, Jean Nouvel turut merancang taman dengan patung karya seniman Suriah, Simone Fattal pada bagian tengahnya.

Narasi museum dibuat mengalir dan disajikan dalam 11 galeri atau sepanjang 1,5 kilometer. Sepanjang perjalanan di dalam museum, pengunjung akan disuguhi perjalanan dan sejarah Qatar yang terbagi dalam tiga bab, yakni awal, kehidupan di Qatar, dan pembangunannya.

Narasinya dimulai sejak 700 juta tahun lalu ketika semenanjung mulai terbentuk. Selama berabad-abad kemudian, wilayah tersebut mulai terkurung daratan sementara sebagian lainnya tenggelam di bawah air, sebelum akhirnya muncul daratan Qatar modern.

National Museum of Qatar di Doha yang dirancang oleh arsitek Perancis Jean Nouvel.
Iwan Baan National Museum of Qatar di Doha yang dirancang oleh arsitek Perancis Jean Nouvel.
Pengunjung kemudian disajikan narasi Qatar pada abad ke-19 lalu dan berlanjut pada sejarah negara itu hingga saat ini.

Agar cerita dapat tersaji dengan apik, pihak museum bekerja sama dengan seniman lokal dan internasional untuk menceritakan kembali kisah dan sejarah di dalam museum.

Kisah-kisah tersebut akan diceritakan dalam berbagai media seperti video, audio, maupun karya seni lainnya.

Selain itu, museum juga akan dilengkapi dengan koleksi karya seni salah satunya dari seniman Qatar, Ali Hassan di pintu masuk dan sebuah patung karya seniman Irak, Ahmed Al Bahrani.

"Seniman membawa perspektif yang sama sekali berbeda," ujar Senior Museum Development Specialist Karen Exell.



Close Ads X