Jusuf Kalla Prihatin Ada Kontraktor Terjerat Korupsi

Kompas.com - 14/03/2019, 21:51 WIB
Wapres Jusuf Kalla Kompas.com/Rakhmat Nur HakimWapres Jusuf Kalla

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku prihatin ada banyak kasus korupsi yang terkait proyek infrastruktur, dan melibatkan perusahaan penyedia jasa konstruksi.

"Saya juga beri keprihatinan bahwa dewasa ini apabila ada yang ditangkap tangan, ikut juga kontraktornya di situ," kata Kalla di JCC, Kamis (14/3/2019).

Menurut dia, kontraktor harus menjaga profesionalisme dalam bekerja. Tanpa profesionalisme, kontraktor tak akan dapat bersaing dengan kontraktor lainnya. 

Bahkan, lebih buruk lagi, bisa saja terjerat dalam praktik korup.

Baca juga: Wapres Minta Basuki Buat Aturan Batasi Operasional Kontraktor Asing

"Memang, bukan kesalahan kontraktornya saja, tapi (juga) yang punya proyek. Apakah itu bupati, apakah itu gubernurnya atau yang lain yang libatkan kontraktor sehingga harus selalu bekerja lebih baik," tutur Kalla.

Kalla pun mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam melakukan pembinaan terhadap para kontraktor mulai dari tingkat paling bawah.

Sebut saja dalam hal pembagian kualifikasi proyek pekerjaan. Untuk kontraktor kecil dapat mengerjakan proyek hingga Rp 10 miliar, kontraktor menengah antara Rp 10-Rp 100 miliar dan kontraktor besar di atas Rp 100 miliar.

"Tapi tentu kontraktor yang besar, (adalah kontraktor) yang maju. Tapi ingin saya katakan, peralatan dapat dibeli, kantor dapat dibeli, tapi selalu yang jadi modal utama adalah orangnya, insinyurnya, kemampuan mengatur logistiknya, dan project control. Itulah yang jadi bagian dari pada kita semua," tuntas Kalla.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Kementerian PUPR.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

Empat tersangka yang diduga memberi suap adalah Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto; Direktur PT WKE Lily Sundarsih, dan dua Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) bernama Irene Irma serta Yuliana Enganita Dibyo.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X