Wapres Minta Basuki Buat Aturan Batasi Operasional Kontraktor Asing

Kompas.com - 14/03/2019, 16:57 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (6/3/2019). Sekretariat Wakil PresidenWakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuat aturan yang mewajibkan kontraktor dalam negeri untuk menggarap seluruh proyek infrastruktur pemerintah.

Hal ini untuk mendorong kemampuan kontraktor dalam negeri berkembang menjadi lebih besar dan lebih profesional pada masa depan.

Menurut Kalla saat ini proyek infrastruktur yang pembangunannya masih mengandalkan kontraktor asing yaitu Moda Raya Terpadu (MRT) dan beberapa proyek minyak dan gas.

Sementara untuk proyek Light Rail Transit (LRT), sudah menggunakan kontraktor dalam negeri.

"Tapi nanti tinggal waktunya. Nanti Menteri PU beri batasan, tapi waktunya kita semuanya tentu menjadi bagian dari pada untuk maju seperti saat ini," kata Kalla di JCC, Kamis (14/3/2019).

Baca juga: Basuki Ingatkan Kontraktor Besar Bayar Kewajiban Sesuai Kontrak Kerja

Dulu, sekitar 20-30 tahun lalu, sebut dia, bila melihat gedung pencakar langit dibangun di Indonesia, maka tidak ada satu pun yang dikerjakan kontraktor lokal.

Tapi saat ini, sudah banyak kontraktor lokal yang berani membangun gedung-gedung pencakar langit di Indonesia.

Demikian halnya dalam pembangunan bandara. Sebelum tahun 2005, kebanyakan bandara di Indonesia dibangun oleh kontraktor asing.

"Saya kira pengalaman saya, orang Indonesia itu harus dipaksa. Pada tahun 2005, pada waktu semua bandara dibangun kontraktor asing," ungkap Kalla.

"Saya katakan tidak mulai sekarang. Tidak ada kontraktor asing yang boleh bangun bandara, harus kontraktor indonesia. Arsiteknya juga ahrus arsitek Indonesia. Makanya mulai dibangun, dan ternayata gampang. Tidak sesulit yang dibayangkan," tutur Kalla.

Dia menambahkan, dengan kebijakan tersebut, kelak diharapkan kontraktor dalam negeri menjadi lebih profesional dan lebih besar dalam skala.

Penguasaan terhadap teknologi konstruksi pun diharapkan kian membaik. Dengan begitu, kontraktor dalam negeri dapat bersaing dengan kontraktor asing dalam kancah internasional.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X