Usai Naik MRT, Basuki Bilang Tak Ada Toleransi Soal Kebersihan

Kompas.com - 13/03/2019, 17:20 WIB
Suasana masyarakat saat mengikuti kegiatan uji coba kereta MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Uji coba publik kereta MRT fase 1 dilakukan mulai 12-23 Maret 2019. Hingga 11 Maret, tercatat 184.738 orang yang mendaftar untuk mengikuti rangkaian uji coba tersebut.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Suasana masyarakat saat mengikuti kegiatan uji coba kereta MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Uji coba publik kereta MRT fase 1 dilakukan mulai 12-23 Maret 2019. Hingga 11 Maret, tercatat 184.738 orang yang mendaftar untuk mengikuti rangkaian uji coba tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran Moda Raya Terpadu (MRT) diyakini akan mengubah paradigma masyarakat dalam menggunakan transportasi publik.

Tak hanya masyarakat yang tinggal di DKI Jakarta, tetapi juga seluruh Indonesia secara umum.

Salah satu hal yang disoroti Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Basuki Hadimuljono ketika menjajal rolling stock Ratangga yaitu kebersihannya.

Kompas.com yang turut mengikuti perjalanan uji coba ini pada Rabu (13/3/2019), memang tak mendapati sampah,  baik di dalam rolling stock maupun di area stasiun.

Baca juga: Hanya 16 Menit, Basuki Menumpang Si Ular Besi

"Dari stasiun ada eskalatornya, tempatnya lebih bersih," kata Basuki.

Menurut Basuki, menjaga kebersihan di kedua area ini akan menjadi sebuah tantangan besar bagi operator ketika MRT telah beroperasi. Sebab, kebersihan merupakan bagian dari budaya masyarakat.

Karena itu, Basuki meminta, operator dapat bertindak tegas kepada para penumpang yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

"Ini adalah salah satu kelemahan kita untuk menjaga kebersihan. Ini harus keras sekali. Tidak ada toleransi untuk kebersihan," tegas dia.

Basuki pun memuji kinerja PT MRT Jakarta dalam mengejar target penyelesaian proyek senilai Rp 16 triliun tersebut.

Baca juga: MRT Jakarta Beroperasi 12 Maret, Apa yang Perlu Dibenahi?

Menurut dia, MRT yang ada di Indonesia tak kalah bagus dibandingkan dengan moda transportasi serupa di negara lain.

"Kita sepakat bahwa pesan kita terhadap MRT ini kalau dengan MRT negara lain, tidak kalah dengan Singapura atau mungkin di Jepang," tuntas dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X