"Berjalan di Atas Langit" New York Seharga Nyaris Rp 400 Triliun

Kompas.com - 12/03/2019, 19:47 WIB
Setelah resmi diluncurkan, Edge akan menjadi dek observasi tertinggi kelima di dunia. Hudson YardsSetelah resmi diluncurkan, Edge akan menjadi dek observasi tertinggi kelima di dunia.

KOMPAS.com - New York menjadi rumah bagi berbagai bangunan ikonik dunia, sebut saja Empire State Building, Flatiron, atau One Trade Center.

Kini, satu lagi atraksi baru yang akan hadir di kota berjuluk The Big Apple tersebut. Edge, sebuah dek observasi yang akan dibuka pada tahun depan.

"Namanya mencerminkan desain struktural yang unik, yang menembus langit ketika diamati dari bawah, dan perasaan menggembirakan berada di tepi sesuatu yang luar biasa, persis di mana Anda berada di tepi," ujar Excutive Director Hudson Yards Experiences, Jason Horkin.

Ruangan yang merupakan bagian dari struktur 30 Hudson Yards tersebut dibangun dengan ketinggian 335 meter. Dek observasi ini akan berada di ketinggian 320 meter dari permukaan jalan.

Baca juga: Dek Observatorium One WTC Dibuka Gratis Bagi Korban 11/9

Setelah resmi diluncurkan, Edge akan menjadi dek observasi tertinggi kelima di dunia. Bahkan, ketinggiannya akan mengalahkan atraksi serupa yang berada di Empire State Building.

Dek seluas 7.500 meter persegi tersebut akan dilengkapi dengan restoran seluas 929 meter persegi. Untuk mencapai area ini, pengunjung harus menaiki elevator selama 60 detik.

Dek observasi ini akan berada di ketinggian 320 meter dari permukaan jalan. Hudson Yards Dek observasi ini akan berada di ketinggian 320 meter dari permukaan jalan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan kapan dek observasi ini akan dibuka. Meski begitu, pemesanan untuk grup atau kelompok telah dibuka pada kuartal I-2020.

"Edge mengundang pengunjung untuk berjalan di atas langit dan menikmati pemandangan panorama New York City yang indah yang tak terhalang oleh apapun," kata Horkin.

30 Hudson Yards Tower dirancang oleh William Pedersen dari Kohn Pedersen Fox Associates sebagai bagian dari lingkungan terbaru Hudson Yards, Manhattan.

Proyek pembangunan pencakar langit ini berada di area Hudson Yards yang merupakan proyek properti terbesar yang pernah dibangun perusahaan swasta di AS.

Total biaya konstruksi yang dihabiskan sekitar 28 miliar dollar AS ekuivalen (nyaris) Rp 400 triliun, tepatnya Rp 399,4 triliun.

Kompleks ini juga akan mencakup lebih dari 100 toko dan restoran, The Shed, tempat seni budaya dan pertunjukan, serta lapangan dan taman umum.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X