Per Maret 2019, Dana FLPP Tersalurkan Mencapai Rp 999,55 Miliar

Kompas.com - 08/03/2019, 20:00 WIB
Ilustrasi rumah subsidi. KOMPAS.com / DANI PRABOWOIlustrasi rumah subsidi.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengklaim telah menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP) senilai Rp 999,55 miliar.

Dana tersebut untuk membiayai 10.501 rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hingga 5 Maret 2019.

“Jadi dalam dua bulan ini sudah 15,67 persen. Kira-kira seperenam dari target, jadi masih in line,” ucap Direktur Utama PPDPP Budi Hartono di Jakarta, Jumat (8/3/2019).

Adapun jumlah tagihan sampai saat ini yaitu Rp 1,16 triliun yang diperuntukkan bagi 12.150 unit rumah subsidi. Dari jumlah itu, yang lolos pengujian sebanyak 10.501 unit dengan nilai yang sama, yakni Rp 999,55 miliar.

Baca juga: Sumber Dana Skema Baru FLPP Belum Jelas

Dengan kata lain, imbuhnya, realisasi dana FLPP dan pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) yang lolos pengujian jumlahnya sama.

Budi menambahkan, ada juga yang tidak lolos pengujian, yaitu sebanyak 23 unit dan yang sekarang masih dalam proses sejumlah 1.626 unit.

Sementara itu, penyaluran dana FLPP tersebut diberikan kepada MBR di seluruh Indonesia. Dari data PPDPP, terdapat lima provinsi terbesar yang memperolehnya.

Kelima provinsi itu mulai dari yang penyerapannya terbesar yakni Provinsi Jawa Barat sebanyak 207.935 unit rumah subsidi dengan nilai Rp 12,8 miliar. Porsinya 35,35 persen.

Kedua, Provinsi Banten untuk 57.441 unit rumah subsidi senilai Rp 3,4 miliar, dengan porsi sekitar 9,76 persen.

Ketiga, Provinsi Jawa Timur untuk 35.929 unit rumah subsidi yang jumlahnya sekitar Rp 1,8 miliar dan mengambil porsi 6,11 persen.

Keempat, Provinsi Kalimantan Selatan yang digunakan untuk 34.203 unit rumah subsidi yang bernilai Rp 2,1 miliar dengan porsin 5,81 persen.

Kelima, Provinsi Sumatera Utara untuk 28.261 unit rumah subsidi dengan nilai penyaluran lebih kurang Rp 1,853 miliar dan porsinya 4,80 persen.

“Lima provinsi itu yang menyerap KPR FLPP paling besar.  Dengan demikian, secara total dari bulan Oktober 2010 sampai 5 Maret 2019, FLPP sudah membiayai 588.268 unit dan nilainya mencapai Rp 37,8 triliun,” pungkas Budi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X