Ada Dua "Hiu Banteng" di Kamar Hotel Bertarif Rp 1,4 Miliar Per Malam

Kompas.com - 07/03/2019, 19:00 WIB
Desain suite room di Palms Casino Resort, Las Vegas, Amerika Serikat. Dezeen.com Desain suite room di Palms Casino Resort, Las Vegas, Amerika Serikat.

KOMPAS.com – Setiap hotel dan resor mewah di seluruh dunia menawarkan fasilitas dan pelayanan nomor satu, termasuk keunikan dan suasana khas yang susah ditemui di tempat lain.

Tentunya semua itu tersedia jika tamu sanggup membayar mahal tarif yang dipatok.

Begitu pula dengan Palms Casino Resort di Las Vegas, Amerika Serikat. Penginapan kelas atas ini menyediakan suite room yang diberi nama Empathy Suite.

Namun, tamu yang menginap di kamar ini harus mampu membayar tarif yang terbilang fantastis, yaitu 100.000 dollar AS atau setara Rp 1,4 miliar per malam.

Baca juga: Bekas Terminal Bandara JFK Disulap Jadi Hotel

Lalu, apa yang membuatnya begitu mahal?

Dari segi ukuran, suite room ini terdiri dari dua lantai dengan luas total 836 meter persegi. Di dalamnya terdapat dua kamar tidur dan kolam renang.

Kolam renang ini berada di bagian luar yang langsung menghadap ke pemandangan indahnya kota Las Vegas.

Di situ juga disediakan lounge yang bisa menampung lebih dari 50 orang, ruang pijat dan relaksasi, pusat kebugaran dan dua kamar mandi, serta ruang rias.

Kolam renang di suite room Palms Casino Resort, Las Vegas, Amerika Serikat.Dezeen.com Kolam renang di suite room Palms Casino Resort, Las Vegas, Amerika Serikat.

Untuk desain kamar tidur, yang membuatnya berbeda dari yang lain adalah sentuhan khas seniman terkenal asal Inggris, Damien Hirst.

Dia hadir melalui berbagai benda seni yang dipajang sebagai penghias kamar.

Di kamar itu bisa ditemui lukisan besar bergambar hiu yang seolah nyata sedang berenang di air, grafik yang terdiri dari kumpulan pil dan berbingkai kaca, serta lantai lantai bermotif kupu-kupu.

Semuanya siap menyambut tamu yang menginap di sana.

Bar yang terdapat di suite room Palms Casino Resort, Las Vegas, Amerika Serikat.Dezeen.com Bar yang terdapat di suite room Palms Casino Resort, Las Vegas, Amerika Serikat.

Hirst merancang suite room ini bekerja sama dengan perusahaan arsitektur Bentel and Bentel Architects di New York dan biro arsitektur lokal Klai Juba Wald Architects.

Sentuhan desain Hirst juga muncul hampir di setiap bagian kamar hotel, mulai dari furnitur, tekstil, hingga enam karya seni berskala besar.

Karya yang paling menonjol adalah lukisan dua hiu banteng yang tampak dalam posisi berlawanan di atas dan bawah. Lukisan itu diberi nama Winner / Loser.

Lukisan hiu dan grafik berbingkai kaca di suite room Palms Casino Resort, Las Vegas, Amerika Serikat.Dezeen.com Lukisan hiu dan grafik berbingkai kaca di suite room Palms Casino Resort, Las Vegas, Amerika Serikat.

"Selama beberapa bulan, kami melakukan eksplorasi dengan tim Damien Hirst untuk setiap detail pekerjaan. Mengeksplorasi setiap detail itu menjadi bagian dari permainan desain kami," kata Peter Bentel dari Bentel and Bentel Architects, seperti dilansir Dezeen, Selasa (5/3/2019).

Benda seni lain yaitu kerangka ikan buatan yang digantung di atas bar di mana terdapat 12 kursi. Bar itu bernama Here For A Good Time Not a Long Time, maksudnya tempat untuk bersantai sejenak.

Kamar mandi di suite room Palms Casino Resort, Las Vegas, Amerika Serikat.Dezeen.com Kamar mandi di suite room Palms Casino Resort, Las Vegas, Amerika Serikat.

Ada pula karya seni lain berupa kabinet transparan bernama Monet yang terletak di sebelah meja makan untuk enam orang, dan satu kabinet lagi berisi permata zirkonia yang disebut The Winner Takes It All.

Keseluruhan desain kamar itu didominasi warna putih dan krom sehingga memberikan nuansa kontemporer di bagian interiornya.

Terdapat berbagai motif tengkorak, pil, dan kupu-kupu yang dapat ditemukan menyatu dengan dinding, lantai marmer, kolam renang, furnitur, dan kain pelapis.

"Saya suka dengan yang mereka (Bentel and Bentel Architects) lakukan terhadap Palms Casino Resort ini. Mereka bekerja dengan luar biasa dan memahami sepenuhnya nilai dari suatu karya seni," ujar Hirst.



Close Ads X