Kompas.com - 27/02/2019, 15:55 WIB
Promex Indonesia menggelar 6th Annual Award 2019 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu (23/2/2019). Dok Promex IndonesiaPromex Indonesia menggelar 6th Annual Award 2019 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu (23/2/2019).
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan agen properti Promex Indonesia menargetkan dapat meraih pertumbuhan volume transaksi properti sebesar 20 persem. Pada 2018 lalu Promex melakukan transaksi properti di pasar sekunder dan pasar primer dengan komposisi seimbang, yakni sama-sama 50 persen.

Demikian dipaparkan Sulihin Widjaja, Chief Executive Officer (CEO) Promex Indonesia, terkait perayaan '6th Annual Award 2019' yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu (23/2/2019) lalu. Sulihin menambahkan bahwa jenis properti yang ditransaksikan didominasi oleh rumah tapak dan apartemen di wilayah Jabotabek.

"Sehingga kami masih optimistis setelah Pilpres properti akan kembali bergairah. Kami yakin bisa mencapai pertumbuhan transaksi sebesar 20 persen," kata Sulihin.

Agar bisa menancapkan target itu beberapa strategi dilancarkan Promex tahun ini, salah satunya bisa menambah 20 kantor baru. Saat ini kantor Promex tersebar mulai dari barat di Medan sampai timur Indonesia di Makassar.

"Untuk menggenjot penambahan kantor baru ini kami coba bikin terobosan dengan tidak memberlakukan sistem royalti seperti diterapkan master franschise pada umumnya. Dengan sistem baru ini kami membidik pemilik kantor yang selama ini beroperasi sendiri dan juga calon investor yang ingin menekuni bisnis agen properti," kata Sulihin.

Menurut dia, sistem baru ini sangat meringankan dan memudahkan pemilik kantor.Selain strategi kantor, lanjut dia, Promex juga menjagokan pemberian pelatihan atau training yang bisa diikuti pemilik kantor/principal dan marketing associate. Saat ini keikutsertaan training dijadikan sebagai salah satu syarat mendapatkan Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4).

"Nah, SIU-P4 ini langsung dari Kemendag bagi pemilik kantor dan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Broker Properti Indonesia bagi marketing associate," kata Sulihin yang juga menjabat Sekjen DPP Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI).

Straegi terakhir, lanjut Sulihin, adalah merekrut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai marketing associate. Dia mengakui banyak lulusan SMK yang lulus ingin langsung bekerja. 

"Sayangnya, tingkat pengangguran untuk lulusan SMK termasuk paling tinggi. Kendala utama antara jumlah SMK dengan jumlah industri sangat jomplang. Nah, industri broker properti kan butuh tenaga pemasaran sangat besar yang bisa diisi lulusan SMK," papar Sulihin.

Nantinya Promex akan memberikan pelatihan kepada lulusan SMK dan menyalurkannya ke seluruh kantor Promex atau dimasukan sebagai pemasar proyek properti yang bekerjasama dengan Promex Indonesia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.