Anggaran Infrastruktur Konektivitas Tahun Ini Rp 42 Triliun

Kompas.com - 24/02/2019, 09:30 WIB
Jalan nasional di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku. Kementerian PUPRJalan nasional di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto mengungkapkan, alokasi dana untuk infrastruktur konektivitas senilai Rp 42 triliun yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Dana sebesar itu digunakan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur konektivitas di seluruh Indonesia, antara lain berupa jalan nasional, jalan daerah, jembatan, jembatan gantung, akses ke pelabuhan dan bandara, serta akses ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)," ucap Sugiyartanto dalam keterangannya pada Kamis (21/2/2019) di Jakarta.

Dia menambahkan, dari Rp 42 triliun itu, separuhnya digunakan untuk pemeliharaan secara berkala di sejumlah infrastruktur yang dinilai perlu diperbaiki. Alokasi anggarannya sekitar Rp 20 triliun.

Begini Lho, Cara Mengukur Jalan...

“Itu termasuk pemeliharaan, kira-kira separuhnya, Rp 20-an triliun,” imbuhnya.

Namun, dia memperkirakan tahun ini pembangunan akan diperbanyak di luar Pulau Jawa agar hasilnya lebih merata.

“Hampir merata ya, di kawasan timur dan barat. Kalau Jawa mungkin agak berkurang, bergeser ke Kalimantan dan Sulawesi,” ujarnya.

Sebab, banyak daerah di luar Jawa yang selama ini konektivitasnya kurang baik sehingga perlu perhatian lebih untuk dibuat akses berupa jalan dan jembatan.

Diharapkan dengan adanya akses tersebut bisa meningkatkan mobilitas masyarakat setempat dalam melakukan kegiatannya, misalnya untuk pergi ke sekolah, tempat bekerja, kantor dan fasilitas pemerintahan, serta pasar dan lokasi usaha.

Selain itu, bisa mengurangi biaya perjalanan yang selama ini dilakukan lewat perairan dan udara, juga mempersingkat waktu tempuh.

Pada gilirannya, bisa berpengaruh pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Banyak yang di kawasan timur, termasuk koneksikan kalau ada yang belum tersambung. Semoga misalnya di Papua kalau konektivitasnya sudah lebih bagus, harga BBM bisa ditekan. Mungkin juga bisa menekan biaya pembangunan jalan dan jembatan. Dengan duit yang sama bisa dapat output yang lebih,” pungkas Sugiyartanto.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X