Rumah Rp 600 Juta, Paling Laku di Jabodetabek

Kompas.com - 19/02/2019, 18:18 WIB
Ilustrasi rumahWentao Li Ilustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Jones Lang LaSalle (JLL) mengungkapkan, sebanyak 76 persen dari total 17.500 hunian tapak di Jakarta dan sekitarnya telah terjual selama Semester II-2018.

Penjualan rumah tapak di kawasan perumahan masih didominasi oleh para pembeli pertama atau end user.

Dari segi harga, dalam kurun waktu tersebut sebanyak 43 persen dari total hunian yang terjual dibanderol dengan harga Rp 600 juta.

Selanjutnya rumah dengan harga antara Rp 600 juta hingga Rp 1,3 miliar menempati porsi sebesar 27 persen.

Lebih lanjut, 21 persen dari penjualan hunian merupakan hunian dengan rentang harga antara Rp 1,3 miliar hingga Rp 2 miliar.

Baca juga: Hanya 1.000 Unit Terjual, Pasar Apartemen Masih Lemah

Sedangkan 8 persen sisanya merupakan rumah tapak dengan rentang harga Rp 2 miliar-Rp 3 miliar hunian dengan harga lebih dari Rp 3 miliar.

Laporan JLL juga menyebut, 73 persen dari total unit yang terjual pada selama Semester II-2018 adalah rumah dengan tipe 2 dan 3 kamar tidur.

Rinciannya, 31 persen rumah 3 kamar tidur dan 42 persen dengan 2 kamar tidur.

Sementara rumah dengan empat kamar tidur dan satu kamar tidur menempati porsi masing-masing 17 persen dan 9 persen. Sedangkan satu persen sisanya merupakan tipe hunian dengan banyak kamar.

"Tangerang secara konsisten mendominasi penjualan dan pasokan untuk hunian tapak di kawasan Jabotabek," tulis JLL.

Selama Semester II-2018 pasokan hunian dan permintaan di area ini sebanyak lebih dari 14.000 unit dan lebih darii 10.500 unit, dengan tingkat penjualan mencapai 75 persen.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X