PP Infrastruktur Tunggu Lelang Tol Semanan-Balaraja

Kompas.com - 19/02/2019, 15:46 WIB
Ilustrasi jalan tol malam hari.Jalopnik.com Ilustrasi jalan tol malam hari.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pembangunan Tol Semanan-Balaraja hingga kini belum dapat terealisasi. Hal itu disebabkan belum dimulainya proses lelang yang dilakukan pemerintah.

Padahal, bila merujuk rencana pembangunan yang dikutip Kompas.com dari Kementerian PUPR, Seksi I sepanjang 9,76 kilometer dari ruas tol ini ditargetkan dapat beroperasi pada akhir 2019.

Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (PP) Infrastruktur Didik Mardiyanto mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu proses lelang tersebut.

"Kita ada prakarsa di Semanan-Balaraja, bareng Alam Sutera. Itu mau dilelang," kata Didik di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Menurut dia, seluruh persyaratan lelang yang diperlukan telah diajukan kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Baca juga: Tahun-tahun Pertama Tol Beroperasi, Arus Kas Jasa Marga Negatif

"Sepertinya syarat sudah komplit, tinggal tunggu lelang," sambung Didik.

PT PP Infrastruktur berkongsi dengan PT Delta Marga Persada, anak usaha PT Alam Sutera Realty Tbk, dalam memprakarsai pembangunan jalan bebas hambatan ini.

Sebagai pemrakarsa, keduanya mendapatkan right to match untuk menggarapnya.

Dilansir dari Kontan, ada tiga syarat bagi pemrakarsa untuk bisa menggarap jalan tol. Pertama, ruas yang akan dibangun terintegrasi dengan ruas tol yang sudah ada.

Selain itu, jalan tol tersebut juga potensial laik secara ekonomi. Terakhir, pemrakarsa juga harus memiliki anggaran yang cukup untuk investasinya.

Tol Semanan-Balaraja ditujukan sebagai salah satu infrastruktur pendukng pembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.

Dirancang sepanjang 31,9 kilometer, tol ini membutuhkan investasi Rp 16 triliun. Meski tidak termasuk ke dalam ruas Tol Trans-Jawa, tol ini bakal terhubung dengan Tol Tangerang-Merak.




Close Ads X