Kawasan Timur Jakarta Masih Primadona Logistik dan Pergudangan

Kompas.com - 14/02/2019, 10:00 WIB
Artha Industrial Hill, salah satu kawasan industri di Karawang. Tahun ini, Pemkab Karawang menaikan PBB untuk wilayah di kawasan industri.KOMPAS.com/Farida Farhan Artha Industrial Hill, salah satu kawasan industri di Karawang. Tahun ini, Pemkab Karawang menaikan PBB untuk wilayah di kawasan industri.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kawasan timur Jakarta menjadi pilihan banyak pengembang untuk membangun kantor dan pergudangan.

Hasil survei JLL Indonesia pada 2018 memperlihatkan, 66 persen kawasan industri di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya berada di timur Jakarta.

“Tiga daerah yang menjadi favorit yaitu di Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta,” kata Head of Research JLL Indonesia James Taylor dalam paparannya di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Lokasi lain yang menjadi pilihan kedua, yaitu sekitar 28 persen, posisinya ke arah barat. Daerah yang disasar yakni Kabupaten Tangerang dan Serang, serta Kota Serang dan Cilegon.

Baca juga: Otomotif dan Logistik Kuasai Transaksi Kawasan Industri

Selebihnya, daerah industri yang juga diminati berada di selatan Jakarta, yaitu Kabupaten Bogor.

James melanjutkan, secara khusus suplai pergudangan yang berada di sekitar Jabodetabek kebanyakan berada di Cikarang, porsinya sampai 50 persen.

Sedangkan di Jakarta 22 persen, Bekasi 11 persen, Karawang 8 persen, Depok dan Bogor 6 persen, serta Tangerang 3 persen.

Dari segi ukuran, kawasan Cikarang memasok sekitar 750.000 meter persegi, Jakarta 330.000 meter persegi, dan Bekasi seluas 165.000 meter persegi.

Kemudian Karawang 120.000 meter persegi, Depok dan Bogor sekitar 90.000 meter persegi, serta Tangerang 45.000 meter persegi.

Sementara harga sewa masih terlihat stabil di angka Rp 60.000-Rp 80.000 per meter persegi dengan pertumbuhan sekitar 5-6 persen per tahun.

Adapun suplai baru yang masuk ke pasar diprediksi seluas 600.000 meter persegi hingga 2021 mendatang. 

Dominasi area Cikarang semakin menunjukkan bahwa perusahaan yang berminat membangun gudang di wilayah timur Jakarta begitu besar.

“Permintaan perusahaan logistik cukup kuat, tingkat okupansinya juga tinggi,” imbuh James.

Dilihat dari jenisnya, perusahaan logistik mendominasi permintaan ruang di kawasan industri, persentasenya hampir 50 persen.

Berikutnya yakni perusahaan fast moving consumer goods yagn berkisar 20 persen, perusahaan elektronik lebih kurang 15 persen, perusahaan e-commerce sekitar 10 persen, dan perusahaan otomotif di kisaran 5 persen.



Close Ads X