Jasa Marga: Sertifikasi Lahan Tol Perlu Waktu

Kompas.com - 14/02/2019, 07:50 WIB
Jembatan Klodran di Tol Solo-KertosonoRODERICK ADRIAN MOZES/Kompas.com Jembatan Klodran di Tol Solo-Kertosono

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pengembangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Adrian Priyohutomo mengaku, masih ada beberapa lahan tol milik perseroan yang belum bersertifikat. Karena itu, proses sertifikasi masih terus dilakukan.

"Pembebasan lahan ranahnya di Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Tapi memang proses sertifikasi tanah ini kan perlu waktu dan koordinasi yang sangat panjang, baik dari Kementerian PUPR maupun Kementerian ATR/BPN," kata Adrian di kantornya, Senin (11/2/2019).

Lahan yang belum bersertifikat, ia menambahkan, merupakan ruas tol yang mengalami penambahan lajur, yaitu dari dua lajur menjadi tiga lajur di beberapa titik, seperti pada Tol Semarang-Batang.

Baca juga: Kenaikan Tarif Tol Bandara Ditunda

"Itu juga belum sepenuhnya dibebaskan," sebut Adrian.

Menurut Adrian, tahun 2018, perseroan masih fokus pada upaya pembebasan lahan terutama untuk dua lajur yang akan dioperasikan. Sementar pembebasan lahan di beberapa titik yang memiliki tiga lajur dilakukan secara bertahap.

"Jadi memang belum sepenuhnya bebas, tapi basisnya untuk ROW tambahan atau untuk yang dari dua lajur menjadi tiga lajur, (dilakukan) persiapan pembebasan lahannya," ucap dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian ATR/BPN Arie Yuriwin menuturkan, jumlah tanah yang belum bersertifikat tidak terlalu banyak.

"Kurang lebih tinggal 30 persen. Kalau yang kemarin diresmika Insya Allah semua sudah bersertifikat atas nama Kementerian Keuangan," kata Arie di Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Arie menambahkan, proses sertifikasi tanah sebenarnya dapat dilakukan paralel dengan pembangunan proyek, sepanjang tanah yang akan disertifikasi telah dibebaskan. Dengan demikian, sertifikasi tak perlu menunggu proyek selesai terlebih dahulu.

"Sepanjang pengadaan tanahnya sudah bisa diselesaikan kemudian penggantian dana talangan sudah selesai kemudian kita sertifikatkan tidak menunggu infratruktur jalannya selesai," kata dia.

Adapun untuk pengadaan tanah pada proyek Trans Jawa yang belum rampung juga tersebar di beberapa lokasi. Terutama untuk proyek yang belum selesai dikerjakan.

"Kayak Pasuruan-Banyuwangi, Anyer, kurang lebih 35 kilometer," ujarnya.




Close Ads X