4 Desain Masjid Indonesia Masuk Nominasi "Abdullatif Al Fozan Award"

Kompas.com - 13/02/2019, 22:56 WIB
Desain Masjid Al IrsyadArsitag.com Desain Masjid Al Irsyad

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat masjid Indonesia berhasil masuk dalam nominasi Abdullatif Al Fozan Award, ajang penghargaan yang menampilkan desain dan karya masjid di negara-negara dengan penduduk muslim.

Keempat masjid tersebut antara lain Masjid Al Irsyad di Kota Batu Parahyangan dan Masjid Al Safar di rest area ruas Jalan Tol Purbaleunyi KM 88. Kedua masjid ini merupakan hasil rancangan firma Urbane Indonesia.

Baca juga: Arsitek Indonesia Masuk Nominasi World Architecture Festival 2018

Kemudian ada Masjid Raya Sumatera Barat di Padang yang merupakan kolaborasi antara Urbane Indonesia dengan arsitek Rizal Muslimin.

Terakhir ada Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang. Bangunan rumah ibadah ini merupakan rancangan Ahmad Fanani. 

Principal Urbane Indonesia Reza A Nurtjahja mengatakan awalnya pihaknya dihubungi oleh panitia.

"Kami sendiri awalnya enggak tahu ada yayasan itu," ujar Reza kepada Kompas.com, Rabu (13/2/2019).

Reza melanjutkan, panitia kemudian meminta Urbane untuk mengirimkan desain masjid dari yang dibangun dari tahun 2010.

"Mungkin mereka melihat dari daftarnya di Arch Daily bahwa Masjid Al Irsyad dulu pernah masuk jadi lima bangunan religius tahun 2010. Mungkin dari data itu mereka mencari data-data kami terus mencoba mengontak Urbane," lanjut Reza.

Masjid Al Safar yang berada di Rest Area KM 88 B Tol PurbaleunyiCoorporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk Masjid Al Safar yang berada di Rest Area KM 88 B Tol Purbaleunyi

Reza dan tim Urbane Indonesia kemudian mengirimkan sembilan desain masjid yang pernah digarap, dan 3 di antaranya berhasil menjadi nominator bersama 27 karya lainnya.

"Dari 200-an (desain) dipilih 27 dengan konteks kategorinya berbeda-beda," ungkap Reza.

Mengutip situs Alfozan Award, ajang penghargaan ini pertama kali diselenggarakan pada 2011. Sejak saay itu, Abdullatif Al Fozan Award telah berlangsung sebanyak tiga kali.

Penghargaan pertama diberikan khusus bagi desain masjid di Arab Saudi yang dibangun mulai tahun 1970.

Tiga tahun kemudian, penghargaan ini mulai mencakup desain masjid yang tersebar di negara-negara Teluk.

Sementara pada ajang ketiga tahun ini, cakupan peserta ditambah dengan memberikan kesempatan bagi negara-negara lain dengan penduduk muslim.

Diharapkan pada penghargaan keempat yang rencananya akan diselenggarakan pada 2020 nanti dapat mengakomodasi karya arsitektur masjid di seluruh dunia.




Close Ads X