"Rest Area" Tol Trans-Jawa Seharusnya Dirancang Beragam - Kompas.com

"Rest Area" Tol Trans-Jawa Seharusnya Dirancang Beragam

Kompas.com - 13/02/2019, 19:30 WIB
Rest area di KM 519 A Tol Solo-Ngawi.Dokumentasi JMP Rest area di KM 519 A Tol Solo-Ngawi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan rest area atau tempat istirahat di jalan tol, seharusnya dapat menjadi ladang pembuktian bagi generasi milenial untuk menyampaikan gagasan. Terutama, generasi milenial yang mengambil jurusan arsitektur.

"Ini kesempatan untuk menggambarkan, kita punya lho ciri khas arsitektur berbeda-beda," kata pengamat tata kota Universitas Trisakti Nirwono Yoga dalam sebuah diskusi bertajuk 'Peran Generasi Muda dan Kampus dalam Pengembangan Wilayah dan Pembangunan Infrastruktur PUPR' di Kementerian PUPR, Rabu (13/2/2019).

Seperti Tol Trans Jawa yang melintasi sekitar 25 kabupaten/kota yang terbentang mulai dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Setiap daerah, menurut dia, memiliki ciri khas langgam arsitektur berbeda-beda yang bisa diaplikasikan pada setiap bangunan yang ada di rest area.

Baca juga: JMP Siapkan Rp 90 Miliar Bangun 3 Hotel di Rest Area Tol Trans-Jawa

"Ini bisa menggambarkan Bhineka Tunggal Ika. Jadi antara arsitektur bangunan di Jawa Tengah, di Jawa Timur sampai di Jawa Barat, berbeda-beda," kata Nirwono.

"Jadi nanti naik jalan tol ini kita jadi tahu, eh sudah masuk Jawa Tengah nih. Kan ini lewat arsitektur (ketahuannya)," imbuh dia.

Sebelumnya, PT Jasamarga Properti (JMP) akan mengelola 35 tempat istirahat atau rest area di seluruh jalan tol yang dibangun induk usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk hingga 2021 mendatang.

Dari total jumlah rest area tersebut, 31 di antaranya dapat dimanfaatkan pengguna jalan tol sebelum perhelatan mudik Lebaran 2019.

Baca juga: Jasamarga Properti Kelola 35 Rest Area hingga 2021

Sementara 4 rest area lainnya merupakan pengadaan baru menyusul pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 172,90 kilometer.

Jalan bebas hambatan yang menghubungkan Kabupaten Probolinggi, dan Kabupaten Banyuwangi ini merupakan bagian dari Jalur Tol Trans-Jawa yang membentang 1.150 kilometer.

Direktur Teknik JMP Tita Paulina Purbasari menuturkan, ruas tol terakhir Probolinggo-Banyuwangi akan dilengkapi 4 buah fasilitas rest area Tipe A dan B atau Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) dan Tempat Istirahat (TI).

"Ongkos konstruksi untuk membangun rest area ini sama dengan yang sudah beroperasi dan tengah dalam konstruksi yakni sekitar Rp 4 juta per meter persegi. Ini di luar penghitungan inflasi dalam dua tahun ke depan, saat tol tersebut mendekati masa operasional," tutur Tita kepada Kompas.com, Rabu (13/2/2019).

Ada pun rincian ke-31 rest area yang sudah beroperasi dan masih dalam masa konstruksi tersebut, 27 di antaranya berada di koridor Jalan Tol Trans-Jawa.

Sementara 4 lainnya berlokasi di Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, dan Jalan Tol Manado-Bitung.



Close Ads X