Hari Ini, Basuki Kumpulkan BUJT Bahas Mahalnya Tarif Tol Trans-Jawa - Kompas.com

Hari Ini, Basuki Kumpulkan BUJT Bahas Mahalnya Tarif Tol Trans-Jawa

Kompas.com - 12/02/2019, 12:37 WIB
Foto udara rest area Tol Gempol-Pasuruan seksi 2 di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (6/6/2018). Tol Gempol-Pasuruan Seksi 2 Rembang-Pasuruan sepanjang 6,60 kilometer siap untuk dilalui fungsional dengan kondisi sudah dilaksanakan pengerasan beton (rigid pavement).KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Foto udara rest area Tol Gempol-Pasuruan seksi 2 di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (6/6/2018). Tol Gempol-Pasuruan Seksi 2 Rembang-Pasuruan sepanjang 6,60 kilometer siap untuk dilalui fungsional dengan kondisi sudah dilaksanakan pengerasan beton (rigid pavement).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengumpulkan sejumlah badan usaha jalan tol (BUJT) yang memiliki konsesi ruas Tol Trans-Jawa, Selasa (12/2/2019).

Pertemuan yang dilangsungkan tertutup di ruang Menteri PUPR itu, membahas soal tarif Tol Trans-Jawa yang dirasakan sejumlah pihak masih terlalu mahal.

Direktur Operasi II PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur saat dijumpai enggan mengungkapkan hasil pertemuan tersebut.

"Silakan tanya pemerintah yang berwenang," singkat Subakti.

Baca juga: Sejak Bertarif, Jumlah Pengguna Tol Trans-Jawa Turun

Sementara itu, anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Koentjahjo Pamboedi menuturkan, pertemuan hari ini untuk membahas keringanan yang mungkin diberikan pemerintah agar tarif tol terutama untuk kendaraan logistik yang melintas dapat lebih ringan.

"Kalau bisa memenuhi aspirasi rakyat atau logistik supaya lebih murah lagi. Itu lagi dievaluasi sama ATI (Asosiasi Jalan Tol Indonesia) berapa mampunya ATI menerapkan tarif itu," sambung Koentjahjo.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Nofrisel mengatakan, penerapan tarif di sepanjang Tol Trans Jawa berpengaruh signifikan terhadap struktur pengeluaran perusahaan truk.

Dibandingkan melalui jalur tol, para pengusaha truk pun lebih memilih untuk lewat jalur Pantura.

"Jadi kita berharap bisa dipertimbangkan untuk tarif tol, di-adjust, ditinjau kembali. Sementara yang dilakkan teman-teman Aptrindo ya sebagian tidak lewat jalan tol. Mereka memilih jalur Pantura biasa," ujar Nofrisel.



Close Ads X