Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KEK Pendidikan akan Dibangun di Indonesia Timur

Kompas.com, 6 Februari 2019, 17:34 WIB
Erwin Hutapea,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi berencana membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) di sektor pendidikan.

Menurut Kasubdit Kerja Sama Perguruan Tinggi Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Purwanto Subroto, wilayah yang berpotensi untuk pembangunan KEK pendidikan yaitu di luar Pulau Jawa dan Indonesia timur.

Pasalnya, jumlah perguruan tinggi di wilayah tersebut lebih sedikit dibanding di Pulau Jawa dan Sumatera. Selain itu, penyebaran pendidikan tinggi juga akan lebih merata.

“Daerah yang berpotensi Indonesia timur karena masih sedikit perguruan tinggi. Kebanyakan di Jawa dan Sumatera. Misalnya di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua yang membutuhkan. Kalau mereka mau buka, saya kira malah bisa membantu masyarakat untuk belajar,” papar Purwanto saat ditemui Kompas.com di Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Baca juga: Pemerintah Buka Peluang Asing Bangun Kampus di KEK Pendidikan

Dia mengharapkan kehadiran KEK pendidikan bisa memberikan kesempatan untuk perguruan tinggi asing membuka kampusnya di Indonesia sesuai dengan kualitas aslinya.

“Kampus yang ada nanti harus membawa brand kampus dari luar, kualitasnya harus sama dengan yang original,” ucapnya.

Dia mengakui, memang saat ini sudah banyak perguruan tinggi asing yang membuka kampus di Indonesia. Namun, orientasi mereka masih pada keuntungan.

Padahal, seharusnya kehadiran mereka bukan hanya untuk itu, melainkan juga berbagi ilmu pengetahun.

“Banyak perguruan tinggi yang profit oriented, sedangkan aturan kita non-profit oriented, kadang-kadang masih dilema di sana,” imbuh Purwanto.

Dia menuturkan, rencana pengembangan KEK Pendidikan sedang dibahas oleh Kemenristek Dikti bersama BKPM dan lembaga terkait sehingga belum bisa diketahui besaran anggaran, waktu realisasi, dan hal teknis lainnya.

Adapun regulasi yang menaungi rencana ini salah satunya mengacu pada Peraturan Menteri Ristek Dikti Nomor 53 Tahun 2018 tentang Perguruan Tinggi Luar Negeri.

Baca juga: KEK Mandalika-Bandara Lombok akan Tersambung Akses Baru 17 Kilometer

Untuk diketahui, saat ini ada 12 KEK di Indonesia. Sebanyak enam KEK telah beroperasi, yaitu KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung, KEK Palu, KEK Mandalika, KEK Galang Batang, dan KEK Arun Lhokseumawe.

Sementara itu, KEK yang dalam tahap pembangunan yakni KEK Tanjung Api-Api, KEK Sorong, KEK Tanjung Kelayang, KEK Bitung, KEK Morotai, dan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau