Wang Jianlin, Mantan Tentara yang Jadi Taipan Bioskop Terbesar Dunia - Kompas.com

Wang Jianlin, Mantan Tentara yang Jadi Taipan Bioskop Terbesar Dunia

Kompas.com - 04/02/2019, 13:02 WIB
Wang Jianlin dalam gelaran World Economic ForumWorld Economic Forum (Natalie Be Wang Jianlin dalam gelaran World Economic Forum

KOMPAS.com - Wang Jianlin merupakan pimpinan Dalian Wanda Group, salah satu pengembang properti terbesar di China dan operator bioskop terbesar di dunia.

Selain sebagai pebisnis, ia juga dikenal sebagai filantropis sekaligus investor. Selain itu, dia juga memiliki saham sebesar 15 persen di Atletico Madrid.

Masa kecilnya dihabiskan di Sichuan, sebuah provinsi di China. Wang yang lahir pada 25 Oktober 1954 merupakan anak pertama dari lima bersaudara.

Baca juga: Fred Trump, Otak di Balik Nama Besar Trump

Mengikuti jejak ayahnya, Wang memulai karir militer pada usia 15 tahun. Ia pun bergabung dengan Tentara Pembebasan Rakyat pada tahun 1970.

"Saya lahir dari keluarga yang memiliki latar belakang militer, sehingga saya memilih untuk menjadi seorang tentara," ujar Wang dalam sebuah sesi wawancara seperti dilansir dari Telegraph.

Selama bergabung dengan kesatuan, Wang tetap melanjutkan studi dan berhasil lulus dari Liaoning University pada 1986.

Namun karirnya sebagai tentara tidak bertahan lama menyusul adanya perampingan di tubuh militer China.

"Mimpi pertama saya adalah menjadi seorang tentara, namun saya menjadi satu dari jutaan orang yang dilucuti, sehingga saya melanjutkan hidup dengan berbisnis," ucap Wang.

Baca juga: Jay Pritzker, Tokoh di Balik Hyatt dan Pritzker Prize

Sebelum memulai bisnis, Wang pernah bergabung menjadi pegawai negeri di Dalian hingga 1988. Tapi dia merasa karir sebagai seorang pegawai negeri tidak cocok untuknya.

Wang memutuskan untuk keluar dan bekerja di sebuah perusahaan properti, Xigang Residential Develompment. Dengan cepat karir Wang menanjak dan menduduki posisi general manager.

Beijing Wanda Plaza Dennis Deng Beijing Wanda Plaza
Melansir Britannica, ia lalu mendirikan bisnis dengan meminjam dana sebesar 80.000 dollar AS.

Kelak bisnis ini dikenal dengan nama Dalian Wanda Group yang mengerjakan proyek-proyek properti.

Di bawah kepemimpinan Wang, perusahaan ini berkembang pesat dengan membangun beberapa proyek residensial di sekitar Dalian hingga beberapa kota di sekitarnya seperti Chengdu dan Changchun.

Semakin lama, perusahaan yang dipimpinnya mulai menggarap proyek dengan skala lebih besar.

Hingga pada 2013 Dalian Wanda telah mengembangkan 80 kompleks urban yang dikenal dengan nama Wanda Plaza.

Proyek pembangunan ini menawarkan kawasan perumahan dan ruang komersial.

Selain itu, perusahaan yang ia kelola juga mengoperasikan beberapa hotel bintang lima dan pusat perbelanjaan di seluruh China.

Terjun ke bisnis hiburan

Setelah sukses dengan bisnis real estat, Dalian Wanda mulai menggeluti bisnis lain di bidang hiburan. Di luar China, Wang terkenal karena penanaman modal di industri entertain.

Pada 2012, Dalian Wanda membeli jaringan bisnis bioskop AMC Entertainment dengan harga 2,6 miliar dollar AS.

AMC Empire 25Andreas Praefcke AMC Empire 25
Transaksi ini merupakan pembelian dengan nilai paling besar yang dilakukan oleh perusahaan swasta China di AS.

Selain itu, pembelian ini sekaligus membuat Dalian Wanda menjadi operator jaringan bioskop terbesar di dunia dengan lebih dari 6.000 layar di seluruh Asia dan AS.

Setelah berhasil membeli jaringan bioskop di AS, Wang berencana untuk menjadikan China sebagai Hollywood-nya Asia.

Wang mengatakan, akuisisi ini merupakan bagian dari strateginya untuk mengembangkan bisnis dengan para pembuat film di Hollywood.

Dia mengungkapkan ingin mengembangkan dan menjadikaan Kota Qingdao sebagai kawasan pusat film di China layaknya Hollywood.

Pada 2013, Wang mendonasikan 20 juta dollar AS ke museum yang dibangun oleh Academy of Motion Picture Arts and Sciences di Los Angeles.

Nantinya akademi ini akan mengembangkan festival film di Qiangdao, bahkan Wang berharap gelaran ini dapat menyaingi Cannes Film Festival.



Close Ads X