Transaksi Tanah Terluas dalam Sejarah, Louisiana Dijual 15 Juta USD

Kompas.com - 12/01/2019, 11:16 WIB
New Orleans, LouisianaPIXABAY/USA-Reiseblogger New Orleans, Louisiana

KOMPAS.com - Negosiasi pembelian lahan kini merupakan hal yang wajar dilakukan. Sejarah mencatat, jual beli tanah juga dilakukan atas wilayah koloni atau jajahan.

Salah satu yang terbesar adalah transaksi pembelian negara bagian Louisiana di Amerika Serikat.

Sebelum diakuisisi Perancis, wilayah ini merupakan koloni Spanyol selama 40 tahun. Hingga pada 1801, Spanyol menandantangani perjanjian dengan Perancis dan menyerahkan wilayah ini.

Baca juga: Pisau dan Selimut, Alat Tukar Jual Beli Tanah Melbourne

Saat masa kepemimpinan Pierre Clément de Laussat di Louisiana, wilayah ini berpindah tangan kembali ke AS.

Sejak tiba dari Paris pada Maret 1803, sedianya dia akan memimpin wilayah tersebut selama enam hingga delapan tahun.

Bendera AS menggantikan bendera Perancis di alun-alun New Orleans, LouisianaThure de Thulstrup Bendera AS menggantikan bendera Perancis di alun-alun New Orleans, Louisiana
Namun, menurut Smithsonian Magazine, sesaat setelah memegang jabatan tersebut, Napoleon Bonaparte tiba-tiba memutuskan untuk menjual Louisiana kepada Amerika Serikat.

Keputusan ini merupakan hasil negosiasi kedua negara.

Daerah seluas lebih dari 2,14 juta kilometer persegi tersebut dibeli dengan harga 15 juta dollar AS (USD) atau setara dengan empat sen per 4.000 meter persegi. 

Jika dibandingkan dengan beberapa negara di Eropa, Louisiana memiliki luas setara dengan Perancis, Spanyol, Portugal, Italia, Jerman, Belanda Swiss, dan Kepulauan Inggris jika disatukan.

Wilayah ini membentang dari Sungai Mississippi di timur sampai Rocky Mountains di barat dan dari Teluk Meksiko hingga perbatasan sebelah selatan Kanada pada bagian utara.

Pembelian ini sekaligus mampu melipatgandakan luas negara AS.

Pada 20 Desember 1803, bendera AS resmi berkibar di Louisiana menggantikan bendera Perancis di alun-alun utama New Orleans.

Akuisisi AS atas wilayah koloni Perancis ini membuat negara tersebut semakin kaya raya. Ini karena Louisiana merupakan daerah yang kaya akan emas, perak, dan logam mulia lainnya.

Bahkan banyaknya hutan dan luasan tanah membuat daerah ini menjadi kawasan pertanian dan penggembalaan.

Pembelian wilayah Louisiana oleh AS tersebut dikenal dengan nama Louisiana Purchase, yang merupakan transaksi jual beli lahan terluas dalam sejarah.

Selain itu, pembelian ini sekaligus dianggap sebagai pencapaian terbesar Presiden AS, Thomas Jefferson.

Laman History menyebutkan, sembilan tahun setelah kesepatan pembelian tersebut atau pada 30 April 1812, Louisiana resmi berubah status menjadi negara bagian AS ke-18.




Close Ads X