Sabet Juara Kota Cerdas, Ini Penghargaan yang Pernah Diterima Surabaya - Kompas.com

Sabet Juara Kota Cerdas, Ini Penghargaan yang Pernah Diterima Surabaya

Kompas.com - 11/01/2019, 15:45 WIB
Bunga Tabebuya bermekaran di kawasan Marmoyo (depan Kebun Binatang Surabaya) hingga Jl Diponegoro, Senin (26/11/2018). Tabebuya adalah jenis tanaman yang berasal dari Brasil dengan karakteristiknya sama seperti pohon sakura saat berbunga. Memasuki musim hujan di bulan November bunga bermekaran hingga berasa seperti Jepang dengan bunga sakuranya.SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ Bunga Tabebuya bermekaran di kawasan Marmoyo (depan Kebun Binatang Surabaya) hingga Jl Diponegoro, Senin (26/11/2018). Tabebuya adalah jenis tanaman yang berasal dari Brasil dengan karakteristiknya sama seperti pohon sakura saat berbunga. Memasuki musim hujan di bulan November bunga bermekaran hingga berasa seperti Jepang dengan bunga sakuranya.

KOMPAS.com - Surabaya menyabet peringkat pertama pada Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) 2018, yang dikeluarkan Litbang Kompas, Rabu (9/1/2019). Sebelumnya, Surabaya juga pernah menyabet penghargaan serupa 2015.

Dalam mengembangkan Kota Surabaya sebagai kota cerdas, dia mengaku ada enam item yang digunakan sebagai indikasi, yakni masyarakat, kualitas hidup, ekonomi, moblitas, pemerintah, dan lingkungan.

Baca juga: Banyak Penghargaan Diraih, Risma: Saya Bingung Taruhnya di Mana

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku, kerap bingung setiap kali mendapat penghargaan.

"Jadi, meskipun dapat berapa pun, sampai sekarang saya bingung naruhnya. Saya sampai pindah lukisan saya masih enggak cukup. Tapi bukan itu tujuannya," kata Risma di Ruang Maoke Gedung Unit II Kompas Gramedia, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Di bawah kepemimpinan Risma, Kota Surabaya memang sering mendapatkan penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menerima penghargaan Online Popular City di Guangzhou International Award 2018. Surabaya terpilih sebagai kota terpopuler di ajang itu.istimewa Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menerima penghargaan Online Popular City di Guangzhou International Award 2018. Surabaya terpilih sebagai kota terpopuler di ajang itu.
Kota Pahlawan ini pernah menerima penghargaan dalam ajang The Guangzhou International Award for Urban Innovation dalam kategori Online Popular City pada 2018.

Dalam ajang tersebut, Surabaya menduduki peringkat pertama dengan total perolehan 1.504.535 pemilih.

Menyusul Kota Yiwu di China pada urutan kedua, dengan total perolehan angka 1.487.512 pemilih. Kemudian urutan ketiga diraih Kota Santa Fe di Argentina dengan 863.151 pemilih.

Baca juga: Rahasia Tri Rismaharini Bangun Surabaya Juara Kota Cerdas

Masih pada tahun yang sama, penghargaan bergengsi Lee Kuan Yew World City Prize juga diraih Surabaya, dan meraih predikat "Special Mention".

Penghargaan tersebut dilakukan untuk memberikan penghormatan pada kota-kota yang mampu menciptakan perkotaan yang layak huni, bersemangat, dan berkelanjutan.

Lee Kuan Yew World City Prize merupakan penghargaan yang diberikan oleh Urban Redevelopment Authority (URA) dan Centre for Liveable Cities (CLC).

Selain Surabaya, beberapa kota lain dunia seperti Hamburg (Jerman), Kazan (Rusia), serta Tokyo (Jepang) juga meraih predikat serupa.

Risma memberikan kenang-kenangan kepada tim juri Lee Kuan Yew AwardKOMPAS.com/Achmad Faizal Risma memberikan kenang-kenangan kepada tim juri Lee Kuan Yew Award
Pemberian penghargaan kepada Kota Surabaya juga dilakukan oleh Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS) of Erasmus University, Rotterdam.

Penghargaan bertajuk Urban Professional Award tersebut diberikan pada forum konferensi Habitat III yang diselenggarakan di Quito, Ekuador.

Urban Professional Award adalah penghargaan yang diberikan kepada seorang profesional yang menginspirasi dan memberikan dampak penting bagi kotanya.

Beberapa penghargaan lain yang diterima antara lain, The 2013 ASEAN Townscape Awards (ATA) untuk Taman Bungkul yang diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Future Government (FutureGov) Awards 2013 tingkat Asia Pasifik untuk kategori Data Center dan Data Inclusion, Adipura Kencana dan Adipura Paripurna, serta Penghargaan PUPR 2018 dalam kategori Waste to Energy.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X