Fakta Soal Tol Cipali yang Diklaim Sandiaga Tak Pakai Utang

Kompas.com - 03/01/2019, 19:00 WIB
Ruas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Subang, Jawa Barat, Kamis (18/6/2015). Tol Cipali yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut mulai beroperasi, diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa hingga 60 persen. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMORuas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Subang, Jawa Barat, Kamis (18/6/2015). Tol Cipali yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut mulai beroperasi, diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa hingga 60 persen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengklaim, pembangunan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dikerjakan tanpa utang.

Namun dalam kenyataannya, ada pinjaman yang dilakukan untuk membiayai pembangunan tol tersebut.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna menjelaskan, Tol Cipali dibangun melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Baca juga: Tanggapi Sandiaga, Pemerintah Pastikan Bangun Jalan Tol Tidak Utang

Dalam hal ini pemerintah bekerja sama dengan PT Lintas Marga Sedaya (LMS) yang menjadi konsorsium pemenang proyek tersebut.

Nilai total investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan tol sepanjang 116,75 kilometer itu mencapai Rp 13,7 triliun (kebutuhan awal sekitar Rp 12,75 triliun).

Dari total kebutuhan investasi, 30 persen dananya berasal dari modal sendiri, sementara 70 persen sisanya berasal dari kredit sindikasi perbankan.

"(30 persen itu terdiri atas) 20 persen mezanine, itu junior loan tapi kita hitung sebagai equity, 10 persen modal sendiri," jelas Herry saat dihubungi Kompas.com, Kamis (3/1/2019).

Baca juga: Akuisisi Saham BUS, Kepemilikan Astra Infra di Tol Cipali 45 Persen

Adapun perbankan yang memberikan sindikasi terdapat 22 bank. Bank Central Asia (BCA) dan Bank DKI menjadi pemimpin sindikasi karena memberikan kredit terbesar.

Herry menegaskan, dalam membangun Tol Cipali dan beberapa tol lain, pemerintah tidak menambah utang negara.

Namun, utang dilakukan oleh badan usaha jalan tol (BUJT) yang menggarap proyek melalui proses lelang.

Baca juga: Total Investasi Tol Terpanjang Indonesia Rp 13,7 Triliun

"Kalau KPBU, badan usaha yang bangun, dia yang cari uangnya. Pokoknya, mulai dari pendanaan, menyusun desain, membangun, mengoperasikan dan lain-lain," terang dia.

"Kalau pemerintah tugasnya menyediakan tanahnya. Kalau dilihat konteks utangnya, ya pemerintah tidak ada. Kalo KPBU ya itu tugasnya badan usaha untuk bagaimana mendanainya," tutup Herry.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X