Tahun Depan, Pemerintah Perbaiki 200.000 Rumah Tak Layak Huni

Kompas.com - 30/12/2018, 17:00 WIB
Rumah gubuk dan gubuk museum Muhlis Eso di Morotai, Maluku Utara.KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Rumah gubuk dan gubuk museum Muhlis Eso di Morotai, Maluku Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak kurang dari 200.000 unit rumah tidak layak huni ( RTLH) akan diperbaiki pemerintah pada tahun 2019.

Jumlah ini meningkat bila dibandingkan perbaikan rata-rata tahunan sejak program Satu Juta Rumah dicanangkan pemerintah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan, pembangunan infrastruktur kerakyatan seperti rumah bagi masyarakat berpenghasilan renadh dan padat karya irigasi kecil masih akan menjadi prioritas pemerintah.

Di samping sejumlah pembangunan infrastruktur lain seperti jalan, jalan tol, jembatan bentang panjang, dan bendungan.

"Setiap tahunnya Kementerian PUPR memperbaiki sekitar 160 ribu unit RTLH melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Tahun 2019 diprogramkan untuk perbaikan sebanyak 200 ribu unit RTLH yang ada di seluruh Indonesia," kata Basuki dalam keterangan tertulis, Minggu (30/12/2018).

Baca juga: Pemerintah Klaim Target Program Satu Juta Rumah Terlampaui

Basuki menegaskan, rumah merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi. Karena itu pemerintah akan terus memasukkannya ke dalam program kerja prioritas.

Saat kunjungan ke Magelang beberapa waktu lalu, Basuki meresmikan 40 unit Rumah Khusus (Rusus) Desa Pucungrejo dan 3.813 unit rumah yang mendapatkan bantuan dana Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Rumah khusus yang dibangun memiliki tipe 28 dengan biaya pembangunan sebesar Rp 4 miliar yang dilakukan kontraktor PT Insan Pesona dan konsultan pengawas PT Parigraha.

Sementara, rumah yang mendapat bantuan program BSPS, masing-masing mendapatkan biaya perbaikan sebesar Rp 15 juta.

Penerima bantuan itu tersebar di 21 desa, antara lain Desa Grabag sebanyak 480 unit, Desa Muntilan sebanyak 140 unit, dan Desa Tempuran sebanyak 120 unit.

Kemudian, Desa Ngablak sebanyak 240 unit, Desa Kaliangkrik sebanyak 160 unit, Desa Pakis sebanyak 230 unit, Desa Dukun sebanyak 268 unit, Desa Mertoyudan sebanyak 180 unit, dan Desa Secang sebanyak 405 unit.

Selanjutnya di Desa Ngluwar sebanyak 160 unit, Desa Salam sebanyak 120 unit, Kajoran sebanyak 160 unit, Desa Windusari Sebanyak 110 unit, 20 unit, Desa Salaman sebanyak 180 unit, Desa Mungkid sebanyak 170 unit, Desa Bandongan sebanyak 190 unit, Desa Sawangan sebanyak 190 unit, Desa Candimulyo sebanyak 30 unit, Desa Srumbung sebanyak 60 unit, dan Desa Borobudur 200 unit.



Close Ads X