Reaksi Basuki Atas Sindiran Sandiaga Soal Jembatan 'Indiana Jones'

Kompas.com - 27/12/2018, 21:06 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat mengecek kondisi pasca-tsunami yang melanda wilayah Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018). Kementerian PUPRMenteri PUPR Basuki Hadimuljono saat mengecek kondisi pasca-tsunami yang melanda wilayah Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menanggapi sindiran calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno tentang kondisi jembatan kayu di Sulawesi.

Lewat akun Instagramnya pada Rabu (26/12/2018), Sandiaga membagi pengalamannya melintasi jembatan yang berada di Desa Tosora, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Dia terlihat menggunakan mobil Toyota Hiace yang diarahkan agar bisa melintasi jembatan kayu " Indiana Jones" itu dengan selamat.

Basuki menuturkan, untuk menghilangkan jembatan 'Indiana Jones', pemerintah terus berupaya membangun jembatan gantung di seluruh wilayah Indonesia.

Pada tahun ini, jembatan gantung yang ditargetkan selesai ada 134 unit. Jumlah itu meningkat bila dibandingkan tiga tahun sebelumnya yaitu sepuluh unit pada 2015, tujuh unit pada 2016 dan 13 unit pada 2017.

Baca juga: Jembatan Sementara Cipatujah Diresmikan

Sementara tahun depan, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 833 miliar untuk membangun sekitar 200 jembatan gantung di seluruh wilayah Tanah Air.

"Memang ada yang begitu, kan saya bilang kalau jembatan gantung kan untuk menghilangkan 'Indiana Jones', tapi itu berapa jumlahnya? Di Banten aja itu ribuan, apalagi ini (pernyataan Sandiaga), pendek begini," kata Basuki di kantornya, Kamis (27/12/2018).

Namun, Basuki tak mempersoalkan sindiran Sandiaga. Menurut dia, Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang sangat luas.

Oleh karena itu, diperlukan banyak pembangunan guna meningkatkan kualitas konektivitas antarwilayah.

Menurut Basuki, kondisi jembatan gantung yang dilewati Sandiaga jauh lebih baik bila dibandingkan dengan kondisi jembatan gantung yang dilewati sejumlah anak-anak sekolah di Banten.

Sandiaga Uno calon wakil presiden nomer urut 2 saat berkunjung ke Sayangan, pusat pembuatan alat dapur dari aluminium di Dusun Tegalpakis Desa Kalibaru Wetan Kecamatan Kalibaru Banyuwangi Selasa (27/11/2018)KOMPAS.COM/Ira Rachmawati Sandiaga Uno calon wakil presiden nomer urut 2 saat berkunjung ke Sayangan, pusat pembuatan alat dapur dari aluminium di Dusun Tegalpakis Desa Kalibaru Wetan Kecamatan Kalibaru Banyuwangi Selasa (27/11/2018)
Bahkan, jembatan tersebut beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial, dan media arus utama asing.

"Yang anak-anak sekolah gelantungan itu yang lebih bahaya. Ini malah belum apa-apa kalau saya. Ini masih bisa dilewati mobil," kata dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X