NKE Keberatan Dituding sebagai Penyebab Amblesnya Jalan Raya Gubeng

Kompas.com - 22/12/2018, 10:56 WIB
Perkembangan penanganan proyek Gubeng Mixed Use oleh PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) Tbk di Jalan Raya Gubeng, Surabaya. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAPerkembangan penanganan proyek Gubeng Mixed Use oleh PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) Tbk di Jalan Raya Gubeng, Surabaya.


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) Tbk meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya, yang berbatasan langsung dengan proyek yang sedang dikerjakan.

Proyek itu adalah Gubeng Mixed Use, di mana NKE berperan sebagai kontraktor strukturnya.

Rencananya, kompleks bangunan tersebut terdiri dari rumah sakit, perkantoran, apartemen, pusat perbelanjaan, dan berbagai fasilitas layanan kebutuhan hidup.

"Penyelidikan belum menyimpulkan hasil, NKE meminta publik bersabar sampai penyelidikan selesai dan ada hasilnya," ucap Direktur Utama PT NKE Tbk Djoko Eko Suprastowo pada jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Baca juga: Jalan Gubeng Ambles, NKE Janji Pemulihan Proyek Tuntas Akhir 2018

Dia juga mengatakan keberatan perusahaannya dijadikan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas musibah ini.

Sebab, pengerjaan proyek Gubeng Mixed Use ini dilakukan oleh beberapa kontraktor. NKE merupakan kontraktor pelaksana yang melanjutkan kontraktor terdahulu, yaitu PT Indonesia Pondasi Raya (Indopora) yang mengerjakan bor pile dan soldier pile (penahan tanah dan fondasinya).

Adapun PT Saputra Karya adalah pemberi kerja, sedangkan konsultannya terdiri dari PT Ketira Engineering Consultants sebagai konsultan struktur, PT Saputra Karya sebagai konsultan pengawas, dan Blue Antz sebagai konsultan arsitek.

Sementara PT Global Rancang Selaras bertindak sebagai konsultan rumah sakit dan PT Aecom Indonesia sebagai konsultan quantity surveyor (QS). 

"Pihak yang bertanggung jawab atas amblesnya Jalan Raya Gubeng sampai sekarang masih menunggu penyelidikan kepolisian dan instansi terkait," ujar Djoko.

Dia menambahkan, selama ini NKE melaksanakan pekerjaan proyek itu sudah sesuai dengan rencana dan metode kerja yang diarahkan oleh konsultan dan pemberi kerja.

Selain itu, ungkapnya, semua aktivitas di sana, termasuk tahap pekerjaan yang dilakukan, telah sesuai dengan dokumen pelaksanaan pekerjaan yang disetujui oleh konsultan dan pemberi kerja.

NKE pun saat ini mengusahakan pemulihan proyek agar dapat berjalan kembali secara normal demi kepentingan umum.

Pemulihan itu dilakukan dengan cara menimbun 1.500 kubik tanah yang saat ini sedang dikerjakan. Ditargetkan pekerjaan itu selesai paling lambat pada akhir 2018.

“Prinsipnya NKE membantu memulihkan jalannya proyek, sekarang 1.500 kubik tanah langsung dikerjakan di lokasi. Target selesai secepatnya, sebelum akhir tahun, 31 Desember sudah berfungsi kembali,” imbuh Djoko.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X