Tahun Depan, Rp 7,1 Triliun Disiapkan untuk KPR FLPP

Kompas.com - 21/12/2018, 21:32 WIB
Ilustrasi rumah.Kementerian PUPR Ilustrasi rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang akhir tahun, penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) oleh perbankan masih belum maksimal.

Dari target Rp 5,8 triliun, saat ini kredit yang telah tersalurkan baru mencapai 85 persen atau sekitar Rp 4,93 triliun.

Alhasil, bank yang kurang menunjukkan performa baiknya tidak diikutsertakan kembali sebagai peserta penyalur pada tahun depan.

Plt Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengatakan, dari 43 bank peserta penyalur tahun ini, yang kembali menandatangani perjanjian kerja sama operasional untuk tahun depan hanya 25 bank.

Kendati jumlah bank peserta dipangkas, namun pemerintah mendongkrak target penyaluran KPR FLPP menjadi Rp 7,1 triliun.

Baca juga: Tahun 2019, Jumlah Bank Penyalur KPR FLPP Turun

"(Capaian itu) tidak tergantung dari banyaknya bank, tapi komitmen. Sedikit bank tapi kerjanya lebih banyak, itu lebih baik," kata Khalawi di Auditorium Kementerian PUPR, Jumat (21/12/2018).

Ia menambahkan, salah satu kendala belum maksimalnya capaian penyaluran KPR FLPP lantaran beberapa waktu lalu, Bank BTN sempat keluar sebagai bank peserta penyalur. Setelah BTN masuk kembali, pencapaian target penyaluran kredit cukup baik.

Tercatat, pada tahun ini Bank BTN menyalurkan kredit FLPP mencapai Rp 1,8 triliun bagi 18.658 unit rumah atau sekitar 31 persen dari target tahun ini.

Tahun depan, BTN menargetkan penyaluran Rp 2,07 triliun atau hampir 30 persen dari total target penyaluran kredit.

Sementara dari sisi jumlah, BTN menargetkan dapat menyalurkan 19.591 unit atau sekitar 28 persen dari target hunian yang akan mendapat penyaluran yakni 68.000 unit.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X