Crane Rp 450 Miliar Tiba, Pelabuhan Kualatanjung Siap Dibuka

Kompas.com - 14/12/2018, 08:43 WIB
Tiga container crane berkapasitas 45 ton buatan Finlandia tiba di Pelabuhan Kualatanjung Multipurpose Terminal (KTMT), Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Kamis (13/12/2018) KOMPAS.com / Mei LeandhaTiga container crane berkapasitas 45 ton buatan Finlandia tiba di Pelabuhan Kualatanjung Multipurpose Terminal (KTMT), Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Kamis (13/12/2018)

MEDAN, KOMPAS.com - Tiga container crane berkapasitas 45 ton buatan Finlandia tiba di Pelabuhan Kualatanjung Multipurpose Terminal (KTMT), Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) membeli alat canggih ini untuk memuaskan pelanggan yang menggunakan jasa kepelabuhan dan mempercepat proses bongkar muat di wilayah Indonesia bagian Barat.

"Harapannya Kualatanjung menjadi pelabuhan Indonesia terbesar di wilayah Barat. Persaingan cukup ketat, untuk bisa bersaing di jasa pelayanan, ya harus punya alat-alat canggih seperti ini," kata Direktur Keuangan PT Prima Multi Terminal, Moedi Utomo, Kamis (13/12/2018).

Crane seharga Rp150 miliar per unit ini menggunakan tenaga listrik sebagai energinya dan mampu mengendalikan container dengan kapasitas 20 feet, 40 feet sampai 45 feet.

Di Indonesia, hanya pelabuhan di Surabaya dan Belawan-Medan yang menggunakan alat ini. Seluruhan container crane akan beroperasi penuh awal 2019 mendatang.

"Kapasitas kita lima crane yaitu 1juta TEUs, jadi akan ada penambahan crane  di lima tahun nanti. Tapi kita lihat perkembangannya, kalau pasarnya lebih cepat kemungkinan penambahannya akan lebih cepat," ucap Moedi.

Dia menambahkan, November 2018 lalu Pelindo 1 sudah melakukan ujicoba pengoperasian KTMT, untuk tahap awal terminal petikemas KTMT diharapkan bisa melayani ekspor hingga 600 kontainer setiap minggunya.

Moedi bilang, beberapa perusahaan seperti Unilever, Wilmar, dan P&G yang telah berkomitmen untuk melakukan ekspor dengan tujuan ke China, India, dan negara-negara di Asia melalui Pelabuhan Kualatanjung.

Saat ini, pengembangan tahap I Pelabuhan Kualatanjung berupa pembangunan terminal multipurpose berkapasitas 600.000 TEUs masuk persiapan akhir dan siap beroperasi melayani arus keluar masuk barang ke seluruh Indonesia dan luar negeri.

Pengelolanya adalah PT Prima Multi Terminal, perusahaan patungan antara Pelindo 1, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

"Pelindo 1 telah mendapat izin pengoperasian dermaga multipurpose Pelabuhan Kualatanjung dari dirjen perhubungan laut dan kepala KSOP pelabuhan Kualatanjung," katanya lagi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X