Bangun 35 Jembatan Trans Papua, Pemerintah Rogoh Kocek Rp 430,8 Miliar - Kompas.com

Bangun 35 Jembatan Trans Papua, Pemerintah Rogoh Kocek Rp 430,8 Miliar

Kompas.com - 05/12/2018, 20:53 WIB
Jembatan Kali YigiDok. Kementerian PUPR Jembatan Kali Yigi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Papua, Direktorat Jenderal Bina Marga, memiliki program membangun 35 jembatan di Segmen V jalur Trans-Papua.

Proyek yang dicanangkan untuk jangka waktu tahun 2016 sampai 2019 itu bernilai kontrak total Rp 430,8 miliar.

Proyek jembatan tersebut berada di antara wilayah Wamena-Habema-Mugi-Kenyam-Batas Batu-Mumugu sepanjang 278,6 kilometer.

Dari 35 jembatan yang dibangun, 14 di antaranya digarap oleh PT Istaka Karya (Persero) dengan nilai kontrak Rp 184 miliar dan 21 jembatan dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) dengan nilai kontrak Rp 246,8 miliar.

Baca juga: Proyek Jembatan di Nduga Papua yang Dihentikan Itu Sudah 72 Persen

Secara rinci, dari 14 jembatan yang dibangun oleh Istaka Karya itu, sejumlah 11 jembatan sudah dikerjakan sejak tahun 2016, sedangkan 3 jembatan mulai dikerjakan tahun 2019.

Sementara itu, untuk proyek Brantas Abipraya, saat ini 5 jembatan sudah rampung dibangun, yaitu Jembatan Gat III, Gat II, Arwana, Merek, dan Wusi.

Sedangkan 9 jembatan lagi dalam tahap pengerjaan, yakni di Kali Kotek I, Kali Wolgilik, Kali Jun, Kali Labi, Kali Abeak, Kali Simal, Kali Moit, Kali Dumit, dan Kali Rora.

Namun, proyek itu sudah dihentikan sejak 4 bulan lalu karena gangguan keamanan.

Adapun 7 jembatan lainnya baru mulai dikerjakan pada 2019.

Terkait kondisi terkini, semua proyek jembatan yang digarap oleh Istaka Karya dihentikan untuk sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Jembatan Kali MerekDok. Kementerian PUPR Jembatan Kali Merek
Keputusan itu diambil sebagai dampak puluhan pekerja di proyek jembatan Kali Yigi dan Kali Aorak, Kabupaten Nduga, tewas dibantai oleh pelaku yang diduga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Minggu (2/12/2018).

Baca juga: Pekerjanya Dibantai di Nduga Papua, Istaka Karya Tunggu Identifikasi

Penghentian ini dilakukan sampai situasi kondusif sesuai rekomendasi dari aparat keamanan.

"Proyeknya sudah dihentikan. Lokasi ini kami pastikan dapat clearance dari aparat untuk mulai bekerja," ucap Direktur Utama PT Istaka Karya (Persero) Sigit Winarto saat ditemui di Jakarta, Selasa (4/12/2018). 

Dia menambahkan, pihaknya akan melanjutkan pekerjaan proyek di sana setelah memperoleh rekomendasi dari aparat berwenang sesuai situasi di setiap lokasi proyek. Namun, kepastian waktunya belum bisa diketahui.

"Kami akan mulai bekerja lagi setelah dapat rekomendasi dari aparat karena situasi di setiap lokasi beda-beda. Target selesai secepatnya, belum tahu sampai kapan," imbuh Sigit.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X