Dibanding Negara Lain, Kerja Sama dengan Jepang Lebih Sulit

Kompas.com - 23/11/2018, 10:45 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Kompas.com / Dani PrabowoMenteri PUPR Basuki Hadimuljono

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku, menjalin kerja sama dengan Jepang bukanlah perkara mudah.

Namun, ketika sebuah kerja sama itu terbangun, orang-orang negeri Sakura itu memiliki komitmen yang tinggi untuk menyelesaikan setiap kerja sama yang telah terjalin.

"Jepang sangat-sangat menghargai komitmen. Untuk committed, tidak gampang," kata Basuki saat seminar bertajuk 'Meningkatkan Kualitas Hubungan Indonesia Jepang yang Unggul dan Berdaya Saing' di Universitas Indonesia, Kamis (22/11/2018).

Baca juga: Trik Basuki Jalin Kerja Sama dengan Jepang

Menurut dia, orang-orang Jepang memiliki tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Saking telitinya, persoalan titik dan koma di dalam dokumen kerja sama pun tak luput dari perhatian mereka.

"Bahkan untuk itu, yang datang anak-anak mudanya. Seniornya di hotel. Yang diskusi anak-anak mudanya," kata dia.

Menurut Basuki, menjalin kerja sama dengan Jepang tidak semudah menjalin kerja sama dengan negara lain.

"Saya tidak perlu menyebutkan negara mana. (Mereka) untuk committed gampang sekali, tapi begitu commited belum tentu dilaksanakan," tutup Basuki.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X