Lima Perpustakaan dengan Desain Futuristik

Kompas.com - 11/11/2018, 23:30 WIB
Qatar National LibraryOMA Qatar National Library

KOMPAS.com - Perpustakaan kini menjadi salah satu tempat menarik yang dikunjungi. Tak hanya karena koleksi bukunya namun juga berkat desain bangunan.

Desain perpustakaan yang menarik tentu membuat banyak orang berbonding-bondong datang.

Bahkan, beberapa perpustakaan besar dunia menwarkan pemandangan gedung yang dinamis, seperti beberapa perpustakaan ini:

Calgary Central Library, Kanada

Rampungnya proyek senilai 245 juta dollar AS ini merupakan salah merupakan suatu hal yang ditunggu oleh warga Calgary.

Betapa tidak, desain perpustakaan yang futuristik telah menarik perhatian masyarakat.

Calgary Central LibraryMichael Grimm Calgary Central Library
Perpustakaan ini dirancang oleh firma arsitektur Snohetta bekerja sama dengan firma Dialog. Fasad bangunan dihiasi dengan pola heksagonal. Sedangkan interiornya memperlihatkan penggunaan material kayu, tepatnya kayu cedar merah.

Austin Central Library, AS

Austin Central LibraryNic Lehoux Austin Central Library
Pembangunan Austin Central Library telah menarik minat masyarakat di negeri Paman Sam tersebut.

Ini karena desain Austin Central Library disebut-sebut sebagai rancangan perpustakaan yang paling berkelanjutan di negara itu.

Pencahayaan perpustakaan khsusunya pada bagian atrium memanfaatkansinar matahari yang melimpah, dengan fasad yang terbuat dari kaca.

Tak hanya fasad, atap teras bangunan juga terbuat dari material ini.

Selain itu, gedung perpustakaan juga dilengkapi dengan tempat penyimpanan yang mampu menampung hingga 373.000 galon air hujan.

Qatar National Library, Qatar

Satu hal yang emmbuat pengunjung langsung terkesan adalah pintu masuk perpustakaan.

Begitu memasuki bangunan perpustakaan, pengunjung akan langsung terpukau dengan koleksi buku bersejarah. Perpustakaan ini memiliki lebih dari satu juta koleksi buku.

Sejak dibuka pada 2017, perpustakaan ini telah menjadi rumah bagi beberapa artefak dan buku bersejarah. Buku-buku tersebut disimpan di tempat penyimpanan kaca setinggi enam meter.

"Dari pintu masuk, Anda dapat langsung melihat semua koleksi buku dari koleksi bersejarah," ujar arsitek senior OMA, Vincent Kersten.

Halaman:



Close Ads X