Pinjaman Tahap Pertama MRT Fase 2 Rp 9,4 Triliun

Kompas.com - 24/10/2018, 21:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melihat kereta mass rapid transit (MRT) di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan kedatangan dua rangkaian angkutan massal cepat (MRT) dan total sudah 12 unit kereta MRT berada depo MRT Lebak Bulus. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melihat kereta mass rapid transit (MRT) di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan kedatangan dua rangkaian angkutan massal cepat (MRT) dan total sudah 12 unit kereta MRT berada depo MRT Lebak Bulus.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan proyek Mass Rapid Transit ( MRT) Fase 2 membutuhkan anggaran Rp 25 triliun.

Pemerintah pun telah melakukan pinjaman tahap pertama dari Japan International Agency (JICA) sebesar 70,21 miliar Yen atau setara Rp 9,4 triliun.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, penandatanganan Perjanjian Pinjaman Official Development Assistance (ODA) dilakukan antara Pemerintah dengan JICA, Rabu (24/10/2018).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI, Luky Alfirman, dan Chief Representative JICA Indonesia, Yamanaka Shinichi, di Gedung Frans Seda Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jakarta Pusat.

Baca juga: Garap Fase 2, MRT Jakarta Gandeng KPK dan BPKP

Dalam hal perjanjian pinjaman ini, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI bertindak sebagai executing agency, dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai implementing agency, PT MRT Jakarta akan bertindak sebagai sub-implementing agency.

Sebelum penandatanganan dilakukan, telah dilaksanakan pula penandatanganan Exchange of Notes oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Desra Percaya, dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat.

"Jangka waktu peminjaman selama empat puluh tahun, termasuk grace period atau tenggang waktu dua belas tahun sejak penandatanganan perjanjian pinjaman dilakukan," kata Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah.

Penandatanganan Perjanjian Pinjaman tersebut adalah tahapan pertama slice loan dari total komitmen pinjaman untuk Fase 2 senilai 208,132 miliar Yen atau setara dengan Rp 25
triliun.

Pembangunan Fase 2 dimulai pada Desember 2018 mendatang dan target operasi komersial melayani masyarakat umum direncanakan pada 2024.

Proyek ini dirancang sepanjang 8 kilometer dan akan terbentang mulai dari Bundaran HI hingga Kampung Bandan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X