Program Infrastruktur Prabowo-Sandiaga dalam Pandangan Pengamat UI

Kompas.com - 15/10/2018, 15:56 WIB
Calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berfoto bersama seusai mendaftarkan dirinya di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Pasangan Prabowo-Sandi yang secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024. MAULANA MAHARDHIKACalon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berfoto bersama seusai mendaftarkan dirinya di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Pasangan Prabowo-Sandi yang secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat infrastruktur dari Universitas Indonesia (UI), Wicaksono Adi, memberikan pandangannya tentang sejumlah Program Aksi Bidang Ekonomi terkait infrastruktur yang ditawarkan kandidat presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjelang Pemilu Presiden 2019.

Salah satu program yang dikemukakan yaitu pembangunan infrastruktur pertanian dan pedesaan yang mendukung berkembangnya sektor produktif.

Menurut Wicaksono, dilihat dari program itu, pembangunan infrastruktur akan berjalan seiring dengan berkembangnya industri di suatu daerah.

Baca juga: Prabowo-Sandi Tawarkan Infrastruktur Pendukung Produktivitas dan Rusun

“Jika industri pertanian dibangun, misalnya pengolahan jagung, maka akan ada pabrik pengolahan dan produk yang dihasilkan. Industri itu berguna untuk perekonomian manusianya dan untuk produknya, misalnya bisa menghasilkan pakan ternak,” ujar Wicaksono saat dihubungi Kompas.com, Senin (15/10/2018).

Terkait program penyelarasan pembangunan infrastruktur, fasilitas pendukung, dan kawasan industri nasional dengan sumber-sumber ekonomi produktif, Wicaksono mengatakan, hal itu bisa diwujudkan melalui pendirian pabrik di suatu daerah yang diikuti dengan berbagai fasilitas penunjang.

Sebagai contoh, apabila ada pabrik baru di suatu daerah, biasanya diikuti dengan jaringan listrik sebagai infrastruktur penting, antara lain pembangkit listrik.

Baca juga: Fokus Infrastruktur dan Permukiman, Jokowi-Maruf Siapkan 7 Langkah

Selain itu, akan ada juga perumahan karyawan dan sistem pengolahan limbah yang berada di sekitar pabrik itu.

“Jika bikin pabrik juga akan bangun infrastruktur listrik atau power plant, perumahan karyawan yang berdekatan dengan pabrik. Jadi ada penyediaan fasilitas pendukung. Itu benang merahnya,” ucap Wicaksono.

Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur itu penting asalkan bisa meningkatkan produktivitas dan kondisi perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X