Prabowo-Sandi Tawarkan Infrastruktur Pendukung Produktivitas dan Rusun

Kompas.com - 15/10/2018, 12:36 WIB
Calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berfoto bersama seusai mendaftarkan dirinya di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Pasangan Prabowo-Sandi yang secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024. MAULANA MAHARDHIKACalon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berfoto bersama seusai mendaftarkan dirinya di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Pasangan Prabowo-Sandi yang secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024.

JAKARTA, KOMPAS.com – Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendeklarasikan diri sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilu Presiden 2019. Deklarasi ini dilakukan di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun sudah menetapkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai salah satu pasangan capres dan cawapres yang berkompetisi menghadapi pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pemilu Presiden 2019.

Penetapan ini dilakukan di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Kamis (20/9/2018), berdasarkan verifikasi dokumen dan melihat hasil tes kesehatan kedua pasangan tersebut.

Baca juga: Harta Properti Milik Prabowo Tercatat Rp 230,4 Miliar

Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pun kemudian mendapat nomor urut 02. Sementara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin bernomor urut 01.

Kompas.com mengetengahkan visi misi dua pasang kandidat ini di sektor infrastruktur, pengembangan wilayah, dan perumahan.

Berikut visi-misi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno:

Mengutip laman resmi KPU, pasangan nomor 02 ini mempunyai visi terkait perekonomian, yaitu berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi.

Pembangunan infrastruktur dan perumahan masuk dalam Program Aksi Bidang Ekonomi.

Baca juga: Aset Properti Sandiaga Uno Tersebar di Jakarta, Singapura, dan Amerika

Program pertama, pembangunan infrastruktur pertanian dan pedesaan yang mendukung berkembangnya sektor produktif.

Kemudian, penyelarasan pembangunan infrastruktur, fasilitas pendukung, dan kawasan industri nasional dengan sumber-sumber ekonomi produktif.

Berikutnya, pengembangan infrastruktur pendukung di daerah terpencil, perbatasan, pulau-pulau kecil, dan pulau terluar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X