Kompas.com - 12/10/2018, 21:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di kawasan GWK Cultural Park, Bukit Ungasan, Bali, akhirnya selesai setelah dikerjakan selama 28 tahun.

Peresmiannya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu (22/9/2018) sebagai tanda rampungnya pembangunan patung tersebut.

Keberadaan patung itu tidak bisa lepas dari Nyoman Nuarta sebagai seniman atau pematung yang memiliki ide mendirikan patung GWK.

Baca juga: 3 Ruangan di Patung GWK yang Wajib Dikunjungi

Nuarta mengisahkan, patung GWK dibuat untuk menjadi simbol dunia pariwisata, sekaligus melestarikan tradisi budaya Bali.

"GWK diciptakan untuk menjadi ikon pariwisata dan budaya Bali karena pariwisata Bali itu menjual warisan budaya yang masih aktif," ujar Nuarta saat ditemui Kompas.com, di Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Menurut Nuarta, pariwisata Indonesia masih kalah dibanding negara lain di Asia, misalnya Thailand. Padahal, warna budaya Nusantara sebenarnya lebih bagus dan canggih.

Suasana dekat Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di GWK Cultural Park, Kuta Selatan, Bali, Minggu (23/09/2018). Terdapat 30 lantai yang ada di dalam tubuh Patung GWK, bagi pengunjung yang ingin berwisata ke dalam tubuh Patung GWK ini untuk sementara belum dibuka untuk umum.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Suasana dekat Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di GWK Cultural Park, Kuta Selatan, Bali, Minggu (23/09/2018). Terdapat 30 lantai yang ada di dalam tubuh Patung GWK, bagi pengunjung yang ingin berwisata ke dalam tubuh Patung GWK ini untuk sementara belum dibuka untuk umum.
Seharusnya budaya Indonesia bisa dimanfaatkan untuk menarik wisatawan berkunjung yang pada gilirannya dapat menambah devisa (pemasukan) negara.

Sayangnya, kata Nuarta, bangsa Indonesia kurang menghargai budayanya sendiri. 

Itulah yang membuat dia ingin menciptakan suatu karya seni yang bisa memperlihatkan keindahan dan kecanggihan kultur Tanah Air, sekaligus melestarikannya.

"Saya mengharapkan patung GWK bisa menjadi tempat untuk menunjukkan kecanggihan budaya kita, misalnya buat event besar semacam olimpiade seni kelas dunia," harap dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.