Rumah Tradisional Sulawesi, Tahan Gempa dan Tsunami

Kompas.com - 07/10/2018, 16:00 WIB
Salah satu jenis rumah adat Sulawesi Tengah.Dokumen Chandara Alam Salah satu jenis rumah adat Sulawesi Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bangunan tradisional Indonesia merupakan hasil dari pengetahuan masyarakat yang hidup selaras dengan lingkungan.

Rifai Mardin, dosen teknik arsitektur dari Universitas Tadulako, menuturkan, masyarakat zaman dulu telah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kondisi wilayah tempat tinggalnya.

Pengetahuan ini tercermin dalam berbagai tradisi, termasuk dalam merancang bangunan.

"Local wisdom ini sebenarnya masih terbawa sampai saat ini dengan bentuk bangunan yang relatif siap terhadap gempa," tutur Rifai kepada Kompas.com, Sabtu (6/10/2018).

Rifai mengatakan, masyarakat terdahulu memang sudah hidup dengan gempa. Maka dari itu budaya lokal juga mencerminkan antisipasi jika terjadi bencana, termasuk dalam merancang bangunan.

"Intinya semua bangunan tradisional atau bangunan vernakular di zamannya tentu sudah memperhitungkan permasalahan sekitar," ujar Rifai.

Tahan bencana

Menurut Rifai Mardin, Sulawesi Tengah memiliki beberapa jenis rumah tradisional.

"Rata-rata rumah panggung," tutur Rifai.

Model panggung ini memiliki berbagai fungsi. Salah satunya adalah mencegah binatang buas masuk ke dalam rumah.

Untuk bangunan umum, panggung di bawah rumah bisa digunakan sebagai tempat istirahat. Masyarakat juga sering menggunakannya sebagai kandang binatang.

Rancangan rumah panggung di Palu memiliki kelebihan, yaitu mampu bertahan terhadap banjir dan tsunami.

Namun dengan catatan, gelombang yang datang tidak setinggi badan bangunan atau di atas dua meter dari lantai dasar rumah.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X