Tanggap Bencana di Sulawesi Tengah, IAI Desain Ulang Permukiman Warga

Kompas.com - 01/10/2018, 12:58 WIB
Puing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPuing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) memiliki rencana untuk berpartisipasi dalam menangani pemulihan kerusakan bangunan akibat gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018).

Partisipasi itu berupa penyusunan rencana tanggap bencana sebagai bentuk tanggung jawab moral IAI kepada para korban di sana.

“Dalam masa tanggap darurat ini, Satuan Tugas IAI berangkat mengerjakan asesmen cepat ke Palu, Donggala, dan sekitarnya. Mereka akan berkonsentrasi di tahap rekonstruksi dan rehabilitasi dengan mengerahkan sumber daya yang kami miliki,” ujar Ketua Umum IAI Ahmad Djuhara saat dihubungi Kompas.com, Senin (1/10/2018) siang.

Dia mengatakan, pihaknya akan membantu mendesain ulang permukiman di sana yang mengalami kerusakan akibat bencana alam tersebut.

Desain permukiman itu akan menyangkut hunian warga, jalan, serta fasilitas umum dan sosial yang berhubungan dengan kesehatan, pendidikan, dan kegiatan ibadah.

“Membantu mendesain hunian yang terdiri dari rumah-rumah penduduk dan permukiman kampungnya. Kampung itu perlu didesain, misalnya jalan, ruang publik, ruang sosial, dan ruang pendukungnya,” jelas Djuhara.

Baca juga: Ahli Sarankan Jembatan Kuning di Palu Tak Usah Dibangun Lagi

Menurut dia, pembuatan desain itu merupakan kompetensi arsitek sekaligus kewajiban etik dan moral atas profesi mereka untuk membantu para pengungsi di lokasi bencana alam.

Namun, imbuhnya, usaha itu tentu saja akan dilakukan melalui koordinasi dengan instansi pemerintah, antara lain Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sebelumnya, IAI juga terlibat dalam penanganan kerusakan bangunan pasca-bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, dan Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.  

Di Pidie Jaya, ucap Djuhara, IAI melalui IAI Provinsi Aceh membantu mendesain 50 meunasah atau bangunan umum di desa yang berfungsi sebagai tempat bagi warga untuk melaksanakan berbagai kegiatan bersama.

Begitu pula dalam penanganan gempa di Lombok beberapa waktu lalu. Djuhara mengatakan, IAI terlibat dalam asesmen awal sejak gempa pertama sampai sekarang masuk tahap rekonstruksi dan rehabilitasi untuk membangun kembali permukiman yang rusak.

Seluruh proses itu juga dilalui dengan koordinasi bersama BNPB dan Kementerian PUPR.

Baca juga: Wajib Baca: Penanganan Gempa di Palu dan Fadli Zon Kritik Proyek Tol

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sektor Properti di Medan Mulai Bangkit, Penjualan VBL Capai 100 Unit

Sektor Properti di Medan Mulai Bangkit, Penjualan VBL Capai 100 Unit

Perumahan
Implementasi SIMBG, KADIN: Dampaknya Tidak Hanya pada Industri Properti

Implementasi SIMBG, KADIN: Dampaknya Tidak Hanya pada Industri Properti

Berita
Menghitung Manfaat Tol Trans-Sumatera Bagi Provinsi yang Dilintasi

Menghitung Manfaat Tol Trans-Sumatera Bagi Provinsi yang Dilintasi

Berita
Lewat Tol Cisumdawu, Waktu Tempuh Bandung-Bandara Kertajati 1 Jam

Lewat Tol Cisumdawu, Waktu Tempuh Bandung-Bandara Kertajati 1 Jam

Berita
Hindari Omicron, JIS Ditutup Sementara untuk Kunjungan Umum

Hindari Omicron, JIS Ditutup Sementara untuk Kunjungan Umum

Berita
The Okura Residence and Hotel Jakarta Mulai Dibangun, Investasi Rp 2,7 Triliun

The Okura Residence and Hotel Jakarta Mulai Dibangun, Investasi Rp 2,7 Triliun

Kawasan Terpadu
Bidik Rp 650 Miliar, Paramount Lansir Dua Produk Ruko di Gading Serpong

Bidik Rp 650 Miliar, Paramount Lansir Dua Produk Ruko di Gading Serpong

Berita
Membentang di Atas Sungai Brantas, Jembatan Ploso Berdesain Huruf 'Y'

Membentang di Atas Sungai Brantas, Jembatan Ploso Berdesain Huruf "Y"

Konstruksi
194 Tower Rumah Susun Dibangun Sepanjang Tahun 2021

194 Tower Rumah Susun Dibangun Sepanjang Tahun 2021

Konstruksi
Sebentar Lagi Rampung, Ini Sisa Pekerjaan Jakarta International Stadium

Sebentar Lagi Rampung, Ini Sisa Pekerjaan Jakarta International Stadium

Fasilitas
Menteri Basuki Minta Insinyur Indonesia Terlibat Bangun IKN Nusantara

Menteri Basuki Minta Insinyur Indonesia Terlibat Bangun IKN Nusantara

Kawasan Terpadu
Uang Ganti Rugi Lahan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Tembus Rp 5 Triliun

Uang Ganti Rugi Lahan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Tembus Rp 5 Triliun

Berita
Agar Tak Tertipu Pengembang Berkedok Syariah, Ini Cara Menghindarinya

Agar Tak Tertipu Pengembang Berkedok Syariah, Ini Cara Menghindarinya

Hunian
MITJ Gandeng Perusahaan Jepang Kembangkan TOD di Jabodetabek

MITJ Gandeng Perusahaan Jepang Kembangkan TOD di Jabodetabek

Kawasan Terpadu
DPR Minta Kementerian PUPR Gunakan Bahan Baku Lokal untuk Infrastruktur

DPR Minta Kementerian PUPR Gunakan Bahan Baku Lokal untuk Infrastruktur

Konstruksi
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.