Kompas.com - 23/09/2018, 17:28 WIB
Masjid Al Irsyad, Kota Baru Parahyangan, Bandung, Jawa Barat. simas.kemenag.go.idMasjid Al Irsyad, Kota Baru Parahyangan, Bandung, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com – Musyawarah Nasional XV Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) tahun 2018 yang berakhir pada Sabtu (22/9/2018) di Bandung, Jawa Barat, menggelar beberapa agenda.

Selain pemilihan ketua umum IAI, Munas ini juga memberikan penghargaan IAI Awards 2018 kepada sejumlah tokoh yang dinilai berjasa dan memberikan sumbangan berarti pada dunia arsitektur Indonesia.

Baca juga: Ahmad Djuhara Terpilih Kembali Ketua Umum IAI 2018-2021

Menurut Sekretaris Jenderal IAI Zaki Muttaqin, ada tujuh pemenang IAI Awards 2018 dengan kategori yang berbeda dan satu pemenang kategori citation. Berikut ini daftarnya:

  • Budiman Hendro Purnomo, dengan karya Universitas Media Nusantara – Kategori Pendidikan
  • Denny Gondojatmiko, dengan karya Studio Air Putih @ Batu Bata - Kategori Perkantoran
  • Ramadhoni Dwi P, dengan karya Kantor Graha Putra Mandiri - Kategori Pelestarian
  • Popo Danes, dengan karya Roemah Langko - Kategori Pelestarian
  • Prasetyoadi, dengan karya Gran Rubina - Kategori Perkantoran
  • Reza A Nurtjahja, dengan karya Masjid Al-Irsyad - Kategori Ibadah
  • Ary Indrajanto, dengan karya BPK Penabur - Kategori Pendidikan

Adapun satu pemenang penghargaan Citation yaitu Eko Prawoto dengan karya Padusan – Kategori Lansekap.

Menara pertama Gran Rubina Business Park akan dibuka pertengahan April 2015.granrubina.com Menara pertama Gran Rubina Business Park akan dibuka pertengahan April 2015.
“Karya yang sudah terbangun dan berfungsi secara baik serta memberikan kontribusi positif kepada lingkungan dan dunia arsitektur,” ujar Zaki kepada Kompas.com mengenai kriteria pemenang, Minggu (23/9/2018).

Ketua Umum IAI yang baru terpilih periode 2018-2021, Ahmad Djuhara, mengatakan, IAI juga memberikan penghargaan kepada tiga wali kota dan satu bupati atas kiprah mereka dalam pembangunan kota.

Keempat tokoh itu adalah:

  • Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
  • Wali Kota Bandung Ridwan Kamil
  • Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyaksikan teatrikal peristiwa perobekan bendera di Hotel Yamato (kini Hotel Majapahit) di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/9/2018). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati peristiwa perobekan bendera Belanda menjadi bendera Indonesia pada 19 September 1945.ANTARA FOTO/ZABUR KARURU Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyaksikan teatrikal peristiwa perobekan bendera di Hotel Yamato (kini Hotel Majapahit) di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/9/2018). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati peristiwa perobekan bendera Belanda menjadi bendera Indonesia pada 19 September 1945.
“Mereka dipilih atas kerja nyatanya membangun kota dan wilayahnya dengan menggunakan pemahaman arsitektur yang benar,” ucap Djuhara.

Kemudian, ada dua anggota DPR yang juga memperoleh penghargaan berkat perannya dalam penyusunan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek.

Kedua orang tersebut yakni anggota Komisi X DPR RI, Bambang Sutrisno, serta anggota Komisi V DPR RI, Sigit Sosiantomo.

“Mereka mendapat award atas jasa untuk terbitnya Undang-Undang No 6 Tahun 2017 tentang Arsitek,” pungkas Djuhara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X