UNStudio Rancang Stasiun "Hyperloop" di Eropa - Kompas.com

UNStudio Rancang Stasiun "Hyperloop" di Eropa

Kompas.com - 17/09/2018, 14:01 WIB
Stasiun hyperloopUNStudio Stasiun hyperloop

KOMPAS.com - Berkolaborasi dengan Hardt, perusahaan teknologi asal Eropa, firma arsitek UNStudio merancang stasiun masa depan hyperloop.

Kelak, hyperloop ini akan melayani transportasi antara Amsterdam-Frankfurt dan sebaliknya hanya dalam waktu 53 menit.

" Hyperloop bukan hanya alternatif yang realistis dan layak untuk terbang, tetapi juga akan merevolusi perjalanan," kata arsitek utama dan pendiri UNStudio, Ben van Berkel.

Moda ini akan memberikan waktu perjalanan yang sangat cepat dengan koneksi langsung antarkota, memungkinkan cara kerja yang benar-benar baru dan mengurangi waktu yang terbuang.

Baca juga: Hyperloop Menuju Markas Apple Segera Dibangun

"Pada akhirnya akan menghasilkan banyak manfaat pertukaran ekonomi, lingkungan dan pengetahuan," imbuh dia.

Rencana pengembangan tersebut ditampilkan pada kegiatan HyperSummit di Utrecht. Hyperloop yang dirancang menggunakan teknologi panel surya sehingga memiliki tenaga yang dapat menggerakkan dirinya sendiri

Rancangan ini sekaligus menjadi yang pertama untuk sistem transportasi listrik yang dapat mengangkut penumpang dengan volume dan kecepatan tinggi.

Tim Futures UNStudio diajak bergabung untuk program implementasi hyperloop guna mengintegrasikan sistem di di dalam kota dan antar kota.

Sebagai respon, perusahaan kemudian menyusun rencana pusat transfer hyperloop, yang merupakan sebuah stasiun yang kelak akan terhubung dengan berbagai tempat seperti pusat kota, kawasan pinggiran, hingga bandara.

Sementara itu, jaringan modular akan terdiri atas jaringan berkecepatan super tinggi dan jaringan yang lebih regional.

Jaringan ini akan menghubungkan daerah perkotaan dengan sejumlah titik hub penting ke jaringan berkecepatan ultra tinggi.

Para arsitek percaya bahwa stasiun hyperloop juga dapat berfungsi sebagai tempat penyimpan cadangan energi, serta terlepas dari ketergantungan dari pembangkit tenaga listrik.

"Dalam waktu dekat, bangunan akan berfungsi sebagai baterai, menyediakan energi tidak hanya untuk kebutuhan mendesak mereka sendiri, tetapi juga untuk fasilitas umum dan moda transportasi yang ada di sekitarnya," jelas Ben.

Adapun sistem hyperloop yang akan dibangun memungkinkan perjalanan dari Amsterdam menuju Frankfurt hanya ditempuh dalam waktu 50 menit. Waktu tempuh ini jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan menggunakan kereta atau pesawat.

Jarak tempuh Amsterdam-Frankfurt diketahui sepanjang 450 kilometer. Diperkirakan tak kurang dari 48 juta penumpang dapat diangkut setiap tahunnya.

Kehadiran hyperloop ini diprediksi juga akan memberikan alternatif transportasi lain bagi sekitar 2 juta penumpang pesawat setiap tahunnya, dan menghemat 83.690 ton emisi karbon dioksida per tahun.



Close Ads X