Di Mata Jepang, Properti Bukan Lagi Soal Lokasi Tetapi Sekuriti - Kompas.com

Di Mata Jepang, Properti Bukan Lagi Soal Lokasi Tetapi Sekuriti

Kompas.com - 16/09/2018, 11:04 WIB
Savasa Smart Home, Cikarang.Hilda B Alexander/Kompas.com Savasa Smart Home, Cikarang.

BEKASI, KOMPAS.com - Jika produk properti Anda ingin diterima dengan baik oleh konsumen asal Jepang yang bekerja dan menetap di Indonesia, kuncinya cuma satu yakni sekuriti atau keamanan.

Direktur PT PanaHome Deltamas Indonesia Takaya Motooka mengatakan hal itu saat menjawab Kompas.com, usai peresmian marketing gallery  Savasa Smart Lifestyle, di Cikarang, Sabtu (15/8/2018).

Menurut Motooka, aspek keamanan adalah hal terpenting yang harus dipenuhi pengembang dalam membangun rumah. 

Baca juga: Savasa Cikarang, Optimisme Jepang Bangkitkan Properti Indonesia

"Ini menjadi pertimbangan utama orang Jepang yang ingin membeli rumah. Karena itu, kami membangun Savasa yang dilengkapi aspek keamanan berteknologi tinggi," tutur Motooka.

Namun demikian, bukan berarti faktor lokasi tidak menjadi pertimbangan lagi. Kata Motooka, lokasi adalah aspek penting yang menentukan strategi bisnis perusahaan ke depan.

Nah, dipilihnya Cikarang juga karena lokasi ini dinilai Motooka sangat strategis karena diapit infrastruktur konektivitas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, kereta cepat Jakarta-Bandung, dan KRL Jakarta-Cikarang.

Selain itu, Cikarang juga merupakan sentra kawasan industri Nasional, tempat beroperasinya perusahaan-perusahaan internasional.

"Jadi, setelah faktor keamanan, yang kedua adalah lokasi," tambah Motooka.

910 perusahaan Jepang yang membuka pabrik di kawasan Cikarang dengan ribuan karyawannya bukanlah angka yang bisa dipandang sebelah mata.

Sebaliknya, jumlah ini merupakan potensi pasar yang mendatangkan peluang keuntungan besar. Mereka, tentu saja membutuhkan hunian atau tempat tinggal yang representatif.

Dekat dengan lokasi kerja, dan memenuhi segala kebutuhan harian, terutama aktivitas di luar kerja. Macam fasilitas pendidikan, rumah sakit, pusat belanja, pusat olahraga, hiburan dan sosial.

"Selama ini, orag-orang Jepang, atau ekspatriat dari negara lain dan masyarakat Indonesia sendiri ulang-alik Jakarta-Cikarang," papar Motooka.

Guna memenuhi kebutuhan tempat tinggal representatif itulah PT PanaHome Deltamas Indonesia membangun Savasa Smart Lifestyle.

Seperti disinggung di atas, aspek keamanan menjadi perhatian utama. Konsep smart security diaplikasikan dengan dukungan teknologi canggih yang dipasok Panasonic Group.

Peralatan dan perlengkapan smart security ini diimpor dari berbagai negara di mana Panasonic smart system diproduksi.

Rumah contoh SavasaHilda B Alexander/Kompas.com Rumah contoh Savasa
Smart security diterapkan untuk meningkatkan keamanan di setiap unit rumah Savasa. Sistem pemantauan memungkinkan pemilik rumah memonitor keadaan rumah dari luar melalui gawai.

Selain itu, PT PanaHome Deltamas Indonesia juga menerapkan sensor pencahayaan eksterior yang dapat mendeteksi manusia serta secara otomatis dapat menyalakan dan mematikan lampu.

Sistem ini dapat mencegah penyusup dari luar dan juga diklaim dapat menghema konsumsi energi.

Untuk mendapatkan hunian ini, konsumen harus merogoh kocek Rp 900 juta tipe terkecil seluas 64 meter persegi dan Rp 1,2 miliar untuk tipe 80 meter persegi.

Savasa Smart Lifestyle dirancang seluas 37 hektar dengan total jumlah hunian 2.500 unit. Pembangunannya dibagi ke dalam tiga tahap. 

Tahap pertama akan dibangun sebanyak 811 unit dalam empat klaster plus 33 unit ruko dengan investasi awal senilai Rp 360 miliar.

Perumahan pintar ini merupakan hasil kolaborasi antara PT PanaHome Gobel Indonesia (anak usaha PT Panasonic Gobel Indonesia) dengan PT Puradelta Lestari Tbk (anak usaha Sinarmas Land). 

Masing-masing perusahaan berbagi kepemilikan sebesar 51 persen dan 49 persen. 



Close Ads X