Sewa Tarif Wisma Atlet Kemayoran Hanya Rp 1,2 Juta Per Bulan

Kompas.com - 13/09/2018, 21:30 WIB
Para atlet peserta Asian Games 2018 dari berbagai negara tiba di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (15/8/2018). Panitia Asian Games 2018 (INASGOC) mencatat sudah 1.483 Atlet dari 37 negara peserta yang menghuni Wisma Atlet Kemayoran. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPara atlet peserta Asian Games 2018 dari berbagai negara tiba di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (15/8/2018). Panitia Asian Games 2018 (INASGOC) mencatat sudah 1.483 Atlet dari 37 negara peserta yang menghuni Wisma Atlet Kemayoran.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wisma Atlet Kemayoran akan disewakan setelah penyelenggaraan Asian Para Games 2018.

Rencananya, hunian vertikal yang akan difungsikan sebagai rumah susun sederhana sewa (rusunawa) itu diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Yusuf Hari Agung mengatakan, besaran uang sewa nantinya diatur oleh pengelola setelah wisma tersebut diserahkan kepada Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg).

Baca juga: Wisma Atlet Kemayoran Bakal Jadi Rusunawa

Kendati demikian, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah mengeluarkan acuan Pasal 27 Peraturan Menteri (Permen) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Bantuan Pembangunan dan Pengelolaan Rumah Susun.

"Setinggi-tingginya adalah sepertiga dari upah minimum provinsi (UMP)," kata Yusuf di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Untuk diketahui, UMP Provinsi DKI mencapai Rp 3.648.035. Itu artinya, maksimum biaya sewa Wisma Atlet yang dibebankan yakni sebesar Rp 1.216.011.

Yusuf menambahkan, bila dalam pelaksanaannya ada masyarakat yang merasa tarif sewa terlalu tinggi, maka pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat memberikan subsidi tarif sewa sesuai kewenangannya.

"Tapi memang dalam prakteknya, bisa jadi masyarakat itu keterjangkauannya kurang. Seperti di Rawa Bebek, Rp 750.000. Selisih biaya operasional dan perawatan itu disubsidi oleh Pemprov DKI. Kalau (pengelolanya) di Setneg, ya Setneg yang akan subsidi," jelas Yusuf.

Untuk diketahui, terdapat sepuluh menara di dalam Kompleks Wisma Atlet Kemayoran. Tiga menara pertama dibangun di atas lahan seluas 135.000 meter persegi di Blok C-2 dengan jumlah total 1.932 unit.

Sementara, tujuh menara lainnya dibangun di Blok D-10 seluas 333.700 meter persegi dengan total 5.494 unit.

Setiap unit merupakan tipe 36 yang dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi dan tempat cuci jemur.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X