Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Airbus A380, Inilah Pesawat Terbesar di Dunia

Kompas.com, 1 September 2018, 21:26 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

Sumber CNN

KOMPAS.com - Antonov An-225 merupakan pesawat terbesar hasil karya para insinyur Uni Soviet sebelum berakhirnya era perang dingin.

An-225 pernah membuat kagum dunia dengan ukurannya. Lebar rentang sayapnya saja bisa mencapai 84 meter. Ukuran ini lebih besar dibanding panjang lima truk kontainer.

Lebar pesawat ini bahkan mengalahkan lebar sayap pesawat penumpang terbesar di dunia saat ini, Airbus A380.

Hanya satu pesawat An-225 yang pernah diselesaikan oleh perusahaan penerbangan Antonov. Pesawat ini dinamai Mriya yang berarti mimpi dalam bahasa Ukraina. Pada tahun 1988, pesawat ini memulai penerbangan perdananya. 

Setelah keberhasilan ini, perusahaan Antonov segera merencanakan untuk membuat tiga pesawat An-225. Pada tahun 1989 konstruksi persawat kedua pun dimulai. Sayangnya, konstruksi alat transportasi ini tidak pernah selesai.

Sisa-sisa pembuatan Antonov An-225 masih tersimpan di sebuah hanggar di pinggiran Kota Kiev, Ukraina.

Di dalam hanggar, masih tersisa beberapa badan pesawat dan sayap yang belum terpasang. Sepanjang lorong bangunan hanya terlihat rangkaian mesin dan komponen pesawat.

Kondisi hanggar pesawat kedua Antonov An-225 yang terbengkalai.Pavlo Fedykovych Kondisi hanggar pesawat kedua Antonov An-225 yang terbengkalai.
Awal pembangunan

Awal mula pembangunan Antonov An-225 dimulai sejak dekade 1960 hingga 1970-an saat Uni Soviet terlibat kompetisi luar angkasa dengan Amerika Serikat.

 An-225 kedua rencananya akan memiliki lebar sayap terbesar yakni 84 meter.

Namun sayang, pembangunan pesawat terhenti.

Pada tahun 1991, Uni Soviet runtuh begitu pula dengan program luar angkasanya. Dalam kekacauan yang terjadi, pembangunan pesawat masih berlanjut, tetapi akhirnya dihentikan pada tahun 1994.

Pesawat An-225 kedua tersebut kini menghuni sebuah gudang di Kota Kiev, tepatnya berada di antara kota Nyvky dan stasiun kereta Sviatoshyn.

Hingga kini, Mriya merupakan pesawat terbesar yang penah dibuat. Pesawat ini mampu membawa beban maksimum hingga 250 ton.

Besarnya ukuran yang dimiliki, membuat pesawat ini memegang 240 rekor sekaligus, termasuk sebagai transportasi kargo terberat.

Bahkan karena ukurannya, pilot yang akan menerbangkan pesawat ini harus melalui pelatihan khusus terlebih dahulu.

Antonov 225 Mriya Reuters Antonov 225 Mriya
Proses rekonstruksi

Meski konstruksinya pernah terhenti, rencana pengembangan pesawat An-225 kedua dimulai kembali. Perkembangan pembangunan pesawat sudah mencapai 70 persen.

Beberapa komponenen utama seperti sayap, badan, ekor, dan gigi pesawat sudah rampung diproduksi.

Namun masalah finansial masih membelenggu perkembangan pembangunan. Gennaidy Silchenko, Program Director Antonov An-225 mengatakan program ini akan cepat terselesaikan jika mendapat suntikan dana sebesar 250 juta hingga 350 juta dollar AS.

Setelah investasi masuk, Silchenko mengatakan, beberapa bagian yang ada akan langsung terhubung, panel kontrol juga akan dikembangkan, serta stabilizer horisontal mampu diselesaikan.

Perakitan hampir terjadi pada tahun 2016, ketika Cina menyatakan tertarik untuk menyelesaikan konstruksi.

Namun karena sulitnya mengangkut pesawat ke China, kelanjutan pembuatan pun tidak pernah terjadi.

Megahnya pesawat ini juga menjadi perhatian para sineas Hollywood. Mriya pernah muncul dama film CGI 2012 dan film Fast and Furious 6. Pesawat ini juga menjadi inspirasi bagi Jetstorm, pesawat pengubah dalam film Transformers.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau