Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Manchester, Pabrik Pesawat Tua Disulap Jadi Apartemen Mewah

Kompas.com, 18 Juli 2018, 08:53 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bagaimana rasanya tinggal di tempat bersejarah? Anda mungkin membayangkan tempat-tempat seperti kastil atau rumah lawas bergaya Victoria.

Namun pernahkah Anda membayangkan tinggal di sebuah tempat bekas pabrik pesawat saat Perang Dunia?

Di Manchester tepatnya daerah Ancoats, sebuah pabrik bekas pembuatan pesawat Perang Dunia kedua ditawarkan untuk menjadi rumah tinggal.

Tampilan pabrik A.V. Roe and Company (Avro) saat Perang Dunia II. Pabrik  ini dulunya merupakan tempat perakitan pesawat terbang Lancaster Bomber Tampilan pabrik A.V. Roe and Company (Avro) saat Perang Dunia II. Pabrik ini dulunya merupakan tempat perakitan pesawat terbang Lancaster Bomber
Pabrik yang dibangun pada tahun 1925 ini dulunya dikenal dengan nama Brownsfield Mill milik A.V. Roe and Company (Avro), produsen pesawat yang membuat pesawat pengebom Lancaster Bomber selama PD II. A.V. Roe and Company merupakan salah satu pabrik pesawat terbang pertama di dunia.

Pengembang Urban Splash telah menghabiskan 10 juta poundsterling untuk mengubah bangunan bekas pabrik ini menjadi flat mewah untuk tempat tinggal.

Desain bangunan dikerjakan oleh arsitek Roger Stephenson.

Setelah berbagai perombakan, gedung tua ini kini siap dihuni pada musim panas tahun 2019.

Harganya berkisar 425 ribu poundsterling dan 670 ribu poundsterling untuk apartemen dengan dua dan tiga kamar.

“Kami berkomitemen penuh untuk menjaga sejarah dari bangunan ini bagi masa depan dan sebagian besar struktur akan dipelihara setelah selesai pembangunan,” ujar Guy Ackernley, Direktur Perumahan Urban Splash.

Ackernley menambahkan bahwa bangunan ini merupakan perpaduan sempurna bagi mereka pecinta arsitektur tradisional, dengan menghadirkan sejarah yang tinggal dan hidup bersama.

“Brownsfield Mill merupakan salah sattu bangunan pabrik yang tak tersentuh di kota dan kami tertarik untuk melepaskan kreativitas di sana,” paparnya.

Menariknya, interior ruangan apartemen masih mempertahankan desain asli bangunan. Pihak pengembang memutuskan untuk tetap menonjolkan struktur asli pabrik, lengkap dengan bata yang terekspos, beton balok, dan besi cor.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau