KOMPAS.com - Bagaimana rasanya tinggal di tempat bersejarah? Anda mungkin membayangkan tempat-tempat seperti kastil atau rumah lawas bergaya Victoria.
Namun pernahkah Anda membayangkan tinggal di sebuah tempat bekas pabrik pesawat saat Perang Dunia?
Di Manchester tepatnya daerah Ancoats, sebuah pabrik bekas pembuatan pesawat Perang Dunia kedua ditawarkan untuk menjadi rumah tinggal.
Tampilan pabrik A.V. Roe and Company (Avro) saat Perang Dunia II. Pabrik ini dulunya merupakan tempat perakitan pesawat terbang Lancaster BomberPengembang Urban Splash telah menghabiskan 10 juta poundsterling untuk mengubah bangunan bekas pabrik ini menjadi flat mewah untuk tempat tinggal.
Desain bangunan dikerjakan oleh arsitek Roger Stephenson.
Setelah berbagai perombakan, gedung tua ini kini siap dihuni pada musim panas tahun 2019.
Harganya berkisar 425 ribu poundsterling dan 670 ribu poundsterling untuk apartemen dengan dua dan tiga kamar.
“Kami berkomitemen penuh untuk menjaga sejarah dari bangunan ini bagi masa depan dan sebagian besar struktur akan dipelihara setelah selesai pembangunan,” ujar Guy Ackernley, Direktur Perumahan Urban Splash.
Ackernley menambahkan bahwa bangunan ini merupakan perpaduan sempurna bagi mereka pecinta arsitektur tradisional, dengan menghadirkan sejarah yang tinggal dan hidup bersama.
“Brownsfield Mill merupakan salah sattu bangunan pabrik yang tak tersentuh di kota dan kami tertarik untuk melepaskan kreativitas di sana,” paparnya.
Menariknya, interior ruangan apartemen masih mempertahankan desain asli bangunan. Pihak pengembang memutuskan untuk tetap menonjolkan struktur asli pabrik, lengkap dengan bata yang terekspos, beton balok, dan besi cor.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.