Selain Risha, Ada Rika untuk Korban Gempa Lombok

Kompas.com - 29/08/2018, 08:01 WIB
Warga memeriksa rumah mereka yang roboh di desa Sembalun, pulau Lombok pada 20 Agustus 2018 setelah serangkaian gempa bumi dicatat oleh seismolog sepanjang 19 Agustus. Menurut laporan pihak berwenang pada Senin (20/8/2018), setidaknya 10 orang tewas setelah serangkaian gempa kuat mengguncang pulau Lombok. Ini merupakan gempa baru yang berbeda dari gempa berkekuatan M 7,0 pada Minggu (5/8/2018) yang telah menewaskan ratusan nyawa dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Warga memeriksa rumah mereka yang roboh di desa Sembalun, pulau Lombok pada 20 Agustus 2018 setelah serangkaian gempa bumi dicatat oleh seismolog sepanjang 19 Agustus. Menurut laporan pihak berwenang pada Senin (20/8/2018), setidaknya 10 orang tewas setelah serangkaian gempa kuat mengguncang pulau Lombok. Ini merupakan gempa baru yang berbeda dari gempa berkekuatan M 7,0 pada Minggu (5/8/2018) yang telah menewaskan ratusan nyawa dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak hanya Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang diaplikasikan pemerintah untuk merevitalisasi rumah rusak berat akibat gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pemerintah juga membawa konsep Rumah Instan Kayu (Rika) untuk dibangun sebagai pilihan alternatif.

Baik Risha maupun Rika merupakan teknologi perumahan yang dikembangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang diklaim mampu menahan hantaman gempa bermagnitudo tinggi.

"Ada konsep Risha, ada juga Rika yang akan ditawarkan," kata Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H Sumadilaga di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Baca juga: Bangun Rumah Tahan Gempa di Lombok, Pemerintah Terjunkan 400 Insinyur

Pemerintah hingga kini masih mendata jumlah rumah yang rusak. Dari hasil pendataan sementara, jumlah rumah yang rusak yaitu 125.744 unit, dengan klasifikasi 74.354 unit rusak berat dan 51.390 unit rusak ringan.

Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 50 juta per keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Nantinya, pemerintah akan membangun kembali rumah tersebut dengan menggunakan teknologi Risha maupun Rika.

Sementara, bagi warga yang rumahnya rusak sedang akan mendapat bantuan Rp 25 juta dan Rp 10 juta untuk yang mengalami rusak ringan.

"Kami berpesan agar uang itu digunakan untuk membangun kembali rumah yang rusak lebih baik. Nah, PUPR tugasnya mendampingi agar rumah yang dibangun masyarakat secara teknis dapat dipertanggungjawabkan, in case ada gempa lagi," ujarnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X