Biro Arsitektur Bandung Jadi Finalis Penghargaan Dunia

Kompas.com - 26/08/2018, 21:00 WIB
Rancangan perkampungan untuk nelayan.SHAU Architects Rancangan perkampungan untuk nelayan.

JAKARTA, KOMPAS.com – Media daring terkemuka di bidang arsitektur dan desain, Dezeen, memasukkan SHAU sebagai salah satu finalis penghargaan Biggest Design Talents tahun 2018.

Singkatan dari Suryawinata Heinzelmann Architecture and Urbanism, SHAU merupakan biro konsultan arsitektur yang berbasis di Bandung, Jawa Barat.

SHAU terpilih menjadi salah satu dari enam finalis dalam kategori Emerging Architect of The Year. Ada 3.689 peserta dari 91 negara yang mengirimkan karyanya pada ajang penghargaan ini.

Itulah yang memperlihatkan bahwa penghargaan ini memiliki jangkauan luas di seluruh dunia.

Baca juga: Perpustakaan Kelurahan di Bandung, Terbaik Sedunia

Menanggapi hal ini, Florian dan Daliana sebagai pendiri SHAU, mengatakan tidak menyangka akan masuk sebagai finalis penghargaan Dezeen yang begitu kompetitif.

“Kami melihat begitu banyak arsitek berbakat di Indonesia dan dunia yang lebih layak mendapatkan shortlist ini daripada kami. Hal ini memberikan semangat untuk kami berkarya lebih baik lagi,” ujar mereka dalam keterangan tertulis, Minggu (26/8/2018).

Sebelumnya, SHAU sudah memperoleh sejumlah penghargaan internasional, seperti INDE Award 2018 kategori Influencer, WAF X Award 2017 kategori Smart City, Lafarge Holcim Asia Pacific Silver Award 2017, Architizer A+ Award 2017, dan American Architecture Prize (sekarang disebut Architecture Master Prize) Firm of the Year Award 2017.

Berbagai karya yang telah dihasilkan berusaha mengedepankan desain yang berdampak positif untuk lingkungan dan masyarakat, seperti perumahan vertikal berdesain unik, kantor ramah pegawai, dan rumah sehat.

Selain itu, ada pula karya lain berupa microlibraries, taman film, alun-alun kontemporer, penataan jalur pedestrian, dan masterplan hijau yang berada di berbagai lokasi di Nusantara dan Eropa.

Untuk diketahui, SHAU didirikan oleh Florian Heinzelmann, Daliana Suryawinata, dan Tobias Hofmann. Biro arsitektur ini memiliki lisensi dan kantor di Belanda, Jerman, dan Indonesia.

Mengenai penghargaan Dezeen, selain kategori studio, ada pula kategori karya dalam bidang arsitektur, desain interior, dan desain produk. 

Peserta yang mengikuti penghargaan ini dinilai oleh 75 juri berkelas dunia, di antaranya arsitek David Adjaye, Tatiana Bilbao, Ellen van Loon (OMA), Jürgen Mayer, dan Thomas Heatherwick.

Di samping itu, ada pula arsitek Astrid Klein, Ma Yansong (MAD), kepala desain IKEA Marcus Engman, Renny Ramakers (Droog Design), dan CEO London Serpentine Gallery Yana Peel.

Nantinya, pemenang penghargaan ini diumumkan dalam acara Dezeen Awards di London pada 27 November 2018.




Close Ads X