Fary Tinjau Jembatan Penghubung Dua Negara yang Nyaris Ambruk - Kompas.com

Fary Tinjau Jembatan Penghubung Dua Negara yang Nyaris Ambruk

Kompas.com - 09/08/2018, 05:00 WIB
Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis meninjau jembatan Maiskolan di Kecamatan Amanuban, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (8/8/2018).Sigiranus Marutho Bere/Kompas.com Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis meninjau jembatan Maiskolan di Kecamatan Amanuban, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (8/8/2018).

SOE, KOMPAS.com - Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis meninjau jembatan Maiskolan di Kecamatan Amanuban, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Kondisi jalan yang menghubungkan Kabupaten TTS dengan Kabupaten Malaka dan Timor Leste, serta sejumlah obyek wisata menarik di Pantai Selatan Pulau Timor tersebut nyaris ambruk.

"Saya sudah lihat ini, dan ini sangat membahayakan kendaraan jika melintas di atas jembatan ini. Padahal rusaknya sudah dari tahun 2015 lalu," kata Fary kepada Kompas.com, Rabu (8/8/2018).

Baca juga: Pemerintah Bangun Jalan Hot Mix Menuju Obyek Wisata Unggulan NTT

Saat meninjau jembatan itu, Fary ditemani Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional X Provinsi NTT Muktar Napitupulu bersama sejumlah stafnya.

Menurut politisi asal daerah pemilihan NTT 2 itu, pembangunan jembatan tersebut sebenarnya merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi (Pemprov) NTT

Tetapi setelah dicari tahu informasi, Pemprov NTT sendiri sudah mengajukan anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut.

"Namun ternyata hingga saat ini belum terealisasi. Tetapi nanti saya coba rapatkan di pusat, dan berusaha agar nantinya ini dapat dibangun dengan anggaran dari pemerintah pusat," sebut Fary.

Fary yang juga Ketua Fraksi Gerindra MPR itu mengaku, pembangunan jembatan itu sangat perlu, mengingat satu-satunya penghubung di jalur selatan menuju dua kawasan wisata yakni Pantai Kolbano dan Pantai Oetune.

Selain itu, jalan tersebut juga menjadi penghubung ke jalur jalan Nasional yang dibangun melalui anggaran pemerintah pusat.

"Saat ini masyarakat yang ingin ke Kabupaten Malaka, justru melewati jalur ini karena memang dapat menghemat perjalanan selama tiga jam," ujarnya.

Sementara itu, Sipri sopir salah satu truk yang melintasi jembatan itu mengharapkan agar dalam waktu dekat jembatan tersebut segera diperbaiki agar tidak membayakan pengendara lainnya.

"Saya kalau lewat di jembatan ini agak khawatir juga. Kalau tiba-tiba ambruk tentu akan sangat berbahaya," cetus Sipri.

Dia mendesak jembatan tersebut secepatnya diperbaiki. Jika dibiarkan, jalur transportasi wilayah selatan akan putus, dan aktivitas bisnis atau distribusi logistik pun akan terhenti.


Komentar
Close Ads X