Kisah di Balik Rumah Baru untuk Zohri... - Kompas.com

Kisah di Balik Rumah Baru untuk Zohri...

Kompas.com - 02/08/2018, 15:28 WIB
Ketua DPD REI NTB Heri Susanto (kedua dari kanan) memberikan hadiah secara simbolis berupa satu unit rumah dari Realestat Indonesia (REI) kepada Lalu Muhammad Zohri, Kamis (2/8/2018) di Gedung KONI Pusat, Jakarta.KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Ketua DPD REI NTB Heri Susanto (kedua dari kanan) memberikan hadiah secara simbolis berupa satu unit rumah dari Realestat Indonesia (REI) kepada Lalu Muhammad Zohri, Kamis (2/8/2018) di Gedung KONI Pusat, Jakarta.


JAKARTA, KOMPAS.com - Rumah yang diberikan oleh Realestat Indonesia (REI) kepada Lalu Muhammad Zohri memiliki kisah tersendiri yang belum diketahui publik.

Ternyata rumah itu sebelumnya sudah dipesan oleh seseorang dengan memberikan uang tanda jadi atau booking fee kepada pengembangnya.

Ketua DPD REI NTB Heri Susanto mengungkapkan hal itu seusai penyerahan hadiah rumah secara simbolis kepada Zohri atas prestasi yang diraihnya sebagai juara lari dunia IAAF usia 20 untuk nomor 100 meter putera.

Baca juga: Dapat Hadiah Rumah, Zohri Harap Atlet Lain Termotivasi

"Di perumahan itu sudah penuh. Tadinya rumah itu sudah ada yang booking, kami batalkan," ucap Heri Susanto, Kamis (2/8/2018) di Gedung KONI Pusat, Jakarta.

Dia mengatakan, pihaknya mendatangi orang yang sudah memesan rumah itu, kemudian diajak berdiskusi agar berkenan memberikan rumah itu kepada Zohri.

Orang itu pun menyatakan setuju dan bersedia mengabulkan permintaan Heri.

"Kami datangi, diajak diskusi, dan dia enggak masalah. Pembelinya baru bayar tanda jadi, uangnya dikembalikan. Jadi ini belum ada yang tahu, termasuk wartawan," kata Heri.

Rumah itu sengaja dipilih karena lokasinya dekat dengan rumah lama Zohri. Jaraknya sekitar dua kilometer dari rumah yang dia tempati bersama kakaknya.

"Saya hubungi teman-teman anggota REI, di mana yang ada di daerah sana. Kami sengaja cari rumah yang paling dekat dengan rumah dia," ujar Heri.

Dia menambahkan, rumah itu menjadi rumah yang dijadikan contoh oleh Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Rumah ini jadi tempat syuting rumah contoh di seluruh Indonesia dari Ditjen Pengadaan Rumah (Ditjen Penyediaan Perumahan) Kementerian PUPR. Rumah contoh untuk tipe MBR dengan kualitas bagus," imbuhnya.

Menurut Heri, terdapat 250-300 rumah di kompleks perumahan tersebuy. Semuanya memiliki satu tipe yang sama dan sudah berpenghuni.

Dia mengaku, jalan di depan perumahan itu pun kondisinya mulus layaknya jalan tol.

"Sudah penuh, tinggal datang saja. Jalannya mulus, ready mix kayak jalan tol," klaimnya.

Adapun rumah yang menjadi hadiah untuk Zohri berada di Perumahan Sigar Penjalin Blok D No 3, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Rumah siap huni itu bertipe 25 dengan luas 80 meter persegi dan sudah dilengkapi furnitur, seperti meja, kursi tamu, tempat tidur, dan kompor gas.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X